Riset Pemasaran
Vita Widiya / 11208266 / 3EA03
Konsep inti pemasaran sesungguhnya adalah identifikasi kebutuhan konsumen, yang selanjutnya dibuat dan dikembangkan sebuah produk/jasa layanan kemudian dipertemukan dengan kebutuhan konsumen secara tepat. Proses ini tentunya berlangsung terus-menerus, karena pasar dan konsumen itu terus beruabah dan berkembang. Hal inilah yang mendasari pentingnya keberadaan bagian Research and Development. Bagaimana bagian Research and Development mengetahui kebutuhan konsumen secara tepat, tentunya diperlukan perangkat analisa ilmiah, yang dapat dipertanggungjawabkan baik secara tahapan, metodologi, perolehan data, dan hasilnya secara ilmiah pula. Salah satu bidang ilmu terapan yang mengkombinasikan ilmu pemasaran dengan metodologi penelitian ini adalah riset pemasaran.
Riset pemasaran bukan monopoli para pelaku pasar saja, saat ini kebutuhan riset pemasaran pun merambah ke organisasi non profit juga bahkan partai politik. Seperti dalam Pilkada, beberapa calon pemimpin daerah dan partai politik merengkuh kemenangan melalui informasi pasar. Sehingga personal branding yang dibangun, tema yang diangkat, dan pendekatan kampanye yang dilakukan tepat guna. Dalam hal ini bukan hanya produk baru yang harus anda riset. Menentukan harga yang pas, memilih kemana produk anda akan dipajang, media periklanan yang relevan, hingga warna kemasan produk-pun perlu diriset. Jadi, jangan heran apabila proses meluncurkan sebuah produk baru bisa memakan waktu yang sangat lama.
Untuk menyediakan informasi yang dapat diandalkan, riset pemasaran menggunakan metode yang sistematik dan obyektif. Sistematik dan obyektif mengandung arti bahwa riset pemasaran menggunakan beberapa tahap yang merupakan kesatuan logis sehingga hasilnya dapat diterima atau dipahami semua pihak. Penggunaan beberapa tahap dalam riset pemasaran ini diperlukan untuk menjamin agar informasi yang dihasilkan benar-benar valid. Namun demikian perlu dipahami bahwa tahap-tahap dalam riset pemasaran tidak bersifat baku sehingga tahapan di sini dimaksudkan sebagai kerangka yang memudahkan dan menjamin hasil riset sesuai dengan yang diharapkan.
Riset pemasaran terdiri dari 10 tahap yaitu:
a) Menetapkan masalah riset
Beberapa hal yang perlu dilakukan oleh periset dalam menetapkan masalah riset adalah:
1) Memperoleh pandangan klien mengenai masalah yang sebenarnya terjadi.
2) Mempertimbangkan sumber dan jenis informasi yang sebenarnya dibutuhkan oleh klien.
3) Mengkombinasikan masukan informasi dari pihak klien dengan periset.
b) Penentuan desain riset
Desain riset akan menggambarkan perencanaan yang akan dilakukan dalam riset dan mengacu pada masalah yang telah ditetapkan sebelumnya.
Pada tahap inilah periset perlu merinci dengan detil prosedur yang diperlukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk menjawab masalah riset dan menyediakan informasi yang dibutuhkan bagi pengambilan keputusan.
Terdapat tiga jenis desain riset, yaitu:
1) Eksploratori tujuan utama riset adalah untuk memperoleh pandangan yang mendalam dan menyeluruh mengenai masalah yang sebenarnya dihadapi perusahaan. Jadi informasi yang dicari sekedar untuk mengetahui permasalahan dasar.
2) Deskriptif tujuan utama riset adalah untuk menggambarkan sesuatu.
3) Kausal tujuan utama riset adalah untuk membuktikan hubungan sebab akibat atau hubungan mempengaruhi dan dipengaruhi dari variabel-variabel yang diteliti.
c) Metode pengumpulan data (primer atau sekunder)
• Data primer adalah data asli yang dikumpulkan langsung oleh periset untukmenjawab masalah risetnya secara khusus.
Cara mengumpulkan data primer adalah dengan:
1) Wawancara
2) Focus group discussion
3) Teknik proyeksi
4) Survei
5) Observasi
6) Eksperimen
• Data sekunder adalah data yang telah dikumpulkan oleh pihak lain, bukan oleh periset sendiri. Artinya, periset sekedar mencatat, mengakses, atau meminta data tersebut (kadang sudah berbentuk informasi) ke pihak lain yang telah mengumpulkannya di lapangan.
d) Penentuan desain pertanyaan, skala dan alat analisis
Pada tahap ini periset perlu melakukan tiga aktivitas sebagai berikut:
1) Merancang pertanyaan atau kuesioner yang akan ditanyakan kepada pihak yang disurvey. Pertanyaan dalam kuesioner dapat bersifat terbuka ataupun tertutup.
2) Merancang skala penilaian hasil kuesioner.
3) Merancang alat analisis yang akan digunakan dalam menilai kuesioner.
e) Menentukan metode pengambilan sampel dari populasi yang diteliti
f) Penulisan dan penyampaian proposal riset.
Pada tahap ini periset menyiapkan dokumentasi yang berisi :
1) Ringkasan eksekutif yang menyampaikan poin utama yang akan dijalankan dalam riset.
2) Latar belakang masalah.
3) Penentuan masalah dan tujuan riset.
4) Pendekatan terhadap permasalahan dengan menampilkan literatur, teori atau pendekatan yang akan digunakan sebagai rujukan riset.
5) Desain riset yang mencakup jenis data yang akan dikumpulkan dan metode yang digunakan untuk mengumpulkan data.
6) Analisis data dengan menguraikan cara menginterpretasikan data yang akan dianalisa.
7) Pelaporan yang akan dihasilkan dari riset tersebut.
8) Waktu dan biaya riset.
9) Lampiran-lampiran yang diperlukan dalam riset, misalnya: format kuesioner.
g) Pengumpulan data.
h) Pengeditan, pengkodean, dan penginputan data.
i) Analisis dan penginterpretasian hasil riset.
j) Penulisan dan penyampaian laporan akhir.
Jadi, sebelum anda membuat dan meluncurkan produk, gunakanlah metode riset pasar agar tidak mengalami kegagalan. Setelah anda telah mendapatkan kesimpulan hasil riset tersebut, tes dan ukur dulu dalam skala kecil. Tujuannya agar anda tahu bahwa produk benar-benar siap dilempar ke pasar. Hal yang tidak kalah penting, pantau terus perkembangan pasar agar anda tidak terlambat mengantisipasi perubahan.
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Riset Pemasaran
Tull,Donald & Hawkins,Del,Marketing Research,Measurement and Method,McMillan Publishing Co., 1984
Jumat, 05 November 2010
Mensegmen Pasar Bisnis
Mensegmen Pasar Bisnis
Vita Widiya /11208266/ 3EA03
Pada umumnya, pasar mempunyai karakter dan perilaku tertentu. Sebaliknya pemasar mampu melihat perbedaan- perbedaan karakter maupun perilaku pasar yang ada. Perilaku pasar pada kenyataanya lebih bersifat heterogen. Keragaman peilaku pasar akan memerlukan barang- barang dan usaha- usaha memperoleh barang yang juga beragam. Pemasar merasa perlu mengelompokan pasar yang heterogen tersebut kedalam bagian- bagian pasar yang mempunyai perilaku lebih seragam.
Produk dapat dirancang sesuai dengan segmentasi pasarasing segmen pasar yang berbeda. Dengan karakter dan perilaku yang lebih homogen, masing- masing segmen pasar dapat dipenuhi kebutuhannya lebih baik. Dengan kata lain, masing- masing kelompok pasar dipenuhi oleh produk dan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhannya. Perusahaanpun akan lebih kompeten dalam melayani kebutuhan masing- masing segmen pasar atau hanya beberapa kelompok pasar saja yang jelas perbedaannya. Proses pembagian pasar ini dikenal sebagai segmentasi pasar (Market Segmentation).
Segmentasi pasar adalah proses membagi- membagi pasar yang semula berperilaku heterogen menjadi beberapa kelompok pasar yang sekarang lebih berperilaku seragam. Atau proses mengelompokan bagian- bagian pasar yang berperilaku sama dari keseluruhan perilaku pasar yang seragam. Secara umum, tujuan segmentasi pasar adalah untuk memperoleh bagian pasar yang mempunyai karakter dan perilaku yang lebih seragam.
Basis segmentasi pasar terdiri dari :
a) Basis segmentasi pasar konsumen
Basis segmentasi (pembagian) pasar bagi produk perusahaan satu dengan yang lain belum tentu sama. Basis segmentasi pasar untuk konsumen yang paling umum dapat digunakan adalah aspek geografis, aspek demografis, psikografis, dan perilaku.
b) Basis segmentasi pasar industrial
Basis pasar untuk industrial adalah aspek geografis, demografis, karakteristik operasional, pendekatan pembelian, faktor situasinal, dan karakteristik- karakteristik personal.
Dalam segmentasi mempunyai beberapa langkah yaitu identifikasi basis segmentsi pasar, mengumpulkan informasi pasar, mengembangkan komposisi profil segmen, penetapan konsekuensi pemasaran, estimasi masing- masing potensi segmen pasar, analisis peluang bisnis, dan penetapan penguasaan pasar.
Segmentasi pasar diperlukan karena :
1. Perusahaan dapat lebih baik memahami perilaku segmen- segmen yang lebih homogen sehingga dapat lebih baik dalam melayani kebutuhan- kebutuhan mereka.
2. Apabila pasar terlalu luas dan perilaku sangat beragam, perusahaan dapat memilih satu atau beberapa segmen pasar saja. Sehingga kapasitas pasar dapat lebih sesuai dengan luas segmen- segmen pasar yang terbentuk.
Segmentasi pasar bukanlah pekerjaan yang mudah. Apabila segmen- segmen pasar yang terbentuk masing- masing atau sebagian besar tida memberikan keuntungan dari perbedaan tersebut, maka usaha ini tidak bermanfaat. Artinya hanyalah segmen- segmen yang meberikan peluang untuk keuntungan rancangan tersebut bermanfaat. Selain itu, kriteria dasar pembagian pasar perlu dinyatakan secara jelas dan nyata sehingga perbedaannya pun lebih jelas.
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Segmentasi Pasar
Markin, Rom, Marketing, Strategy and Management, John Wiley, 1982
Vita Widiya /11208266/ 3EA03
Pada umumnya, pasar mempunyai karakter dan perilaku tertentu. Sebaliknya pemasar mampu melihat perbedaan- perbedaan karakter maupun perilaku pasar yang ada. Perilaku pasar pada kenyataanya lebih bersifat heterogen. Keragaman peilaku pasar akan memerlukan barang- barang dan usaha- usaha memperoleh barang yang juga beragam. Pemasar merasa perlu mengelompokan pasar yang heterogen tersebut kedalam bagian- bagian pasar yang mempunyai perilaku lebih seragam.
Produk dapat dirancang sesuai dengan segmentasi pasarasing segmen pasar yang berbeda. Dengan karakter dan perilaku yang lebih homogen, masing- masing segmen pasar dapat dipenuhi kebutuhannya lebih baik. Dengan kata lain, masing- masing kelompok pasar dipenuhi oleh produk dan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhannya. Perusahaanpun akan lebih kompeten dalam melayani kebutuhan masing- masing segmen pasar atau hanya beberapa kelompok pasar saja yang jelas perbedaannya. Proses pembagian pasar ini dikenal sebagai segmentasi pasar (Market Segmentation).
Segmentasi pasar adalah proses membagi- membagi pasar yang semula berperilaku heterogen menjadi beberapa kelompok pasar yang sekarang lebih berperilaku seragam. Atau proses mengelompokan bagian- bagian pasar yang berperilaku sama dari keseluruhan perilaku pasar yang seragam. Secara umum, tujuan segmentasi pasar adalah untuk memperoleh bagian pasar yang mempunyai karakter dan perilaku yang lebih seragam.
Basis segmentasi pasar terdiri dari :
a) Basis segmentasi pasar konsumen
Basis segmentasi (pembagian) pasar bagi produk perusahaan satu dengan yang lain belum tentu sama. Basis segmentasi pasar untuk konsumen yang paling umum dapat digunakan adalah aspek geografis, aspek demografis, psikografis, dan perilaku.
b) Basis segmentasi pasar industrial
Basis pasar untuk industrial adalah aspek geografis, demografis, karakteristik operasional, pendekatan pembelian, faktor situasinal, dan karakteristik- karakteristik personal.
Dalam segmentasi mempunyai beberapa langkah yaitu identifikasi basis segmentsi pasar, mengumpulkan informasi pasar, mengembangkan komposisi profil segmen, penetapan konsekuensi pemasaran, estimasi masing- masing potensi segmen pasar, analisis peluang bisnis, dan penetapan penguasaan pasar.
Segmentasi pasar diperlukan karena :
1. Perusahaan dapat lebih baik memahami perilaku segmen- segmen yang lebih homogen sehingga dapat lebih baik dalam melayani kebutuhan- kebutuhan mereka.
2. Apabila pasar terlalu luas dan perilaku sangat beragam, perusahaan dapat memilih satu atau beberapa segmen pasar saja. Sehingga kapasitas pasar dapat lebih sesuai dengan luas segmen- segmen pasar yang terbentuk.
Segmentasi pasar bukanlah pekerjaan yang mudah. Apabila segmen- segmen pasar yang terbentuk masing- masing atau sebagian besar tida memberikan keuntungan dari perbedaan tersebut, maka usaha ini tidak bermanfaat. Artinya hanyalah segmen- segmen yang meberikan peluang untuk keuntungan rancangan tersebut bermanfaat. Selain itu, kriteria dasar pembagian pasar perlu dinyatakan secara jelas dan nyata sehingga perbedaannya pun lebih jelas.
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Segmentasi Pasar
Markin, Rom, Marketing, Strategy and Management, John Wiley, 1982
Memposisikan Produk
Memposisikan Produk
Vita Wiidiya / 11208266/3EA03
Memposisikan produk sangat berhubungan dengan segmentasi pasar karena penempatan produk tersebut ditujukan melayani target market tertentu. Oleh karena itu, pengertian strategi product positioning sebagai suatu strategi yang digunakan untuk menanamkan suatu citra produk di benak konsumen sehingga produk tersebut terlihat menonjol dibandingkan dengan produk pesaing. Fokus utamanya adalah bagaimana caranya sehingga konsumen mempunyai persepsi yang sama dengan yang diharapkan produsen tentang produk yang ditawarkan.Sehingga dengan demikian, konsumen segmen memahami dan menghargai apa yang dilakukan perusahaan dalam kaitannya dengan para pesaingnya. Bagi perusahaan tindakan untuk meneliti atau mengindentifikasi posisi pesaing dan memutuskan untuk mengambil posisi setaraf dengan posisi pesaing atau mencari kesempatan dalam pasar. Jika posisi perusahaan itu sendiri dekat dengan pesaing lainnya, perusahaan itu harus menyeleksi dan kemudian mencari perbedaan lebih lanjut melalui perbedaan-perbedaan tersendiri.
Strategi positioning merupakan strategi yang berusaha mencipatakan diferensiasi yang unik dalam benak pelanggan sasaran, sehingga terbentuk citra (image) merek atau produk yang lebih unggul dibandingkan merek/produk pesaing. Menurut Kotler (1997: 262): “Positioning is the act of designing the company’s offer so that it occupies a distinct and value placed in the target customer mind”.
Maknanya, mencari ‘posisi’ di dalam pasar, langkah ini dilakukan setelah menentukan strategi segmentasi yang dipakai. Dengan kata lain positioning adalah suatu tindakan atau langkah-langkah dari produsen untuk mendesain citra perusahaan dan penawaran nilai dimana konsumen didalam suatu segmen tertentu mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu segmen tertentu, mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu perusahaan, dibandingkan dengan pesaingnya
Ada tujuh pendekatan yang dapat digunakan untuk melakukan positioning, yaitu:
1) Derajat kepentingan (importence) , artinya atribut tersebut sangat bernilai di mata sebagian besar pelanggan.
2) Keunikan (distinctiveness), artinya atribut tersebut tidak ditawarkan perusahaan dibandingkan pesaingnya.
3) Superioritas, artinya atribut tersebut lebih unggul dari pada cara-cara lain untuk mendapatkan manfaat yang sama.
4) Dapat dikomunikasikan ( communicability), artinya atribut tersebut dapat dikomunikasikan secara sederhana dan jelas, sehingga pelanggan dapat memahaminya.
5) Preemptive, artinya atribut tersebut tidak mudah ditiru oleh oleh para pesaing.
6) Terjangkau (affordability), artinya pelanggan sasaran akan mampu dan bersedia membayar perbedaan/keunikan atribut tersebut. Setiap tambahan biayaatas karakteristik khusus diperpanjang sepadan nilai tambahannya.
7) Kemampulabaan (profitability), artinya perusahaan bisa memperoleh tambahan laba dengan menonjolkan perbedaan tersebut.
Agar strategi penempatan produk dapat dilaksanakan dengan sukses, maka pemanfaatan variabel-variabel bauran pemasaran (marketing mix) perlu dioptimalkan khususnya aspek desain dan komunikasikan. Syarat yang perlu dipenuhi dalam melaksanakan penempatan merek tunggal antara lain :
1. memposisikan merek di pasar sedemikian rupa sehingga dapat bertahan dalam persaingan dengan pesaing yang paling kuat.
2. mempertahankan posisi uniknya dengan menciptakan daya tarik produk yang berbeda/khas.
Dalam manajemen multi merek, perusahaan harus menentukan posisinya dengan cermat, supaya merek-merek yang ada tersebut tidak bersaing satu sama lain dan agar tidak terjadi kanibalisasi (merek yang satu ’mematikan’ merek yang lain) jadi segmentasi pasar harus dilakukan dengan hati-hati dan didukung dengan penempatan sesuai dengan segmen pasar yang dituju.
Hasil yang diharapkan dengan melaksanankan strategi penempatan produk antara lain :
1. pemenuhan sejauh mungkin kebutuhan segmen-segmen pasar yang spesifik.
2. memenuhi atau membatasi kemungkinan terjadinyaperubahan yang mendadak dalam penjualan.
3. penciptaan keyakinan pelanggan terhadap merek-merek yang ditawarkan.
Kunci utama keberhasilan positioning terletak pada persepsi yang diciptakan . selain ditentukan oleh persepsi pelanggannya sendiri, posisi atau citra sebuah perusahaan dipengaruhi pula oleh para pesaing dan pelanggan mereka. Jaring- jaring persepsi di antara perusahaan , pesaing, dan pelanggan ditunjukan dalam gambar XXX. Implikasi dari jaring jaring tersebut dalam merumuskan dan memantau posisinya di pasar.
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Memposisikan Produk
Sengupta,Subroto,BrandPositioning,Strategis For Competitif Advantage, Tata McGrawHill Co., 1990
Vita Wiidiya / 11208266/3EA03
Memposisikan produk sangat berhubungan dengan segmentasi pasar karena penempatan produk tersebut ditujukan melayani target market tertentu. Oleh karena itu, pengertian strategi product positioning sebagai suatu strategi yang digunakan untuk menanamkan suatu citra produk di benak konsumen sehingga produk tersebut terlihat menonjol dibandingkan dengan produk pesaing. Fokus utamanya adalah bagaimana caranya sehingga konsumen mempunyai persepsi yang sama dengan yang diharapkan produsen tentang produk yang ditawarkan.Sehingga dengan demikian, konsumen segmen memahami dan menghargai apa yang dilakukan perusahaan dalam kaitannya dengan para pesaingnya. Bagi perusahaan tindakan untuk meneliti atau mengindentifikasi posisi pesaing dan memutuskan untuk mengambil posisi setaraf dengan posisi pesaing atau mencari kesempatan dalam pasar. Jika posisi perusahaan itu sendiri dekat dengan pesaing lainnya, perusahaan itu harus menyeleksi dan kemudian mencari perbedaan lebih lanjut melalui perbedaan-perbedaan tersendiri.
Strategi positioning merupakan strategi yang berusaha mencipatakan diferensiasi yang unik dalam benak pelanggan sasaran, sehingga terbentuk citra (image) merek atau produk yang lebih unggul dibandingkan merek/produk pesaing. Menurut Kotler (1997: 262): “Positioning is the act of designing the company’s offer so that it occupies a distinct and value placed in the target customer mind”.
Maknanya, mencari ‘posisi’ di dalam pasar, langkah ini dilakukan setelah menentukan strategi segmentasi yang dipakai. Dengan kata lain positioning adalah suatu tindakan atau langkah-langkah dari produsen untuk mendesain citra perusahaan dan penawaran nilai dimana konsumen didalam suatu segmen tertentu mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu segmen tertentu, mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu perusahaan, dibandingkan dengan pesaingnya
Ada tujuh pendekatan yang dapat digunakan untuk melakukan positioning, yaitu:
1) Derajat kepentingan (importence) , artinya atribut tersebut sangat bernilai di mata sebagian besar pelanggan.
2) Keunikan (distinctiveness), artinya atribut tersebut tidak ditawarkan perusahaan dibandingkan pesaingnya.
3) Superioritas, artinya atribut tersebut lebih unggul dari pada cara-cara lain untuk mendapatkan manfaat yang sama.
4) Dapat dikomunikasikan ( communicability), artinya atribut tersebut dapat dikomunikasikan secara sederhana dan jelas, sehingga pelanggan dapat memahaminya.
5) Preemptive, artinya atribut tersebut tidak mudah ditiru oleh oleh para pesaing.
6) Terjangkau (affordability), artinya pelanggan sasaran akan mampu dan bersedia membayar perbedaan/keunikan atribut tersebut. Setiap tambahan biayaatas karakteristik khusus diperpanjang sepadan nilai tambahannya.
7) Kemampulabaan (profitability), artinya perusahaan bisa memperoleh tambahan laba dengan menonjolkan perbedaan tersebut.
Agar strategi penempatan produk dapat dilaksanakan dengan sukses, maka pemanfaatan variabel-variabel bauran pemasaran (marketing mix) perlu dioptimalkan khususnya aspek desain dan komunikasikan. Syarat yang perlu dipenuhi dalam melaksanakan penempatan merek tunggal antara lain :
1. memposisikan merek di pasar sedemikian rupa sehingga dapat bertahan dalam persaingan dengan pesaing yang paling kuat.
2. mempertahankan posisi uniknya dengan menciptakan daya tarik produk yang berbeda/khas.
Dalam manajemen multi merek, perusahaan harus menentukan posisinya dengan cermat, supaya merek-merek yang ada tersebut tidak bersaing satu sama lain dan agar tidak terjadi kanibalisasi (merek yang satu ’mematikan’ merek yang lain) jadi segmentasi pasar harus dilakukan dengan hati-hati dan didukung dengan penempatan sesuai dengan segmen pasar yang dituju.
Hasil yang diharapkan dengan melaksanankan strategi penempatan produk antara lain :
1. pemenuhan sejauh mungkin kebutuhan segmen-segmen pasar yang spesifik.
2. memenuhi atau membatasi kemungkinan terjadinyaperubahan yang mendadak dalam penjualan.
3. penciptaan keyakinan pelanggan terhadap merek-merek yang ditawarkan.
Kunci utama keberhasilan positioning terletak pada persepsi yang diciptakan . selain ditentukan oleh persepsi pelanggannya sendiri, posisi atau citra sebuah perusahaan dipengaruhi pula oleh para pesaing dan pelanggan mereka. Jaring- jaring persepsi di antara perusahaan , pesaing, dan pelanggan ditunjukan dalam gambar XXX. Implikasi dari jaring jaring tersebut dalam merumuskan dan memantau posisinya di pasar.
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Memposisikan Produk
Sengupta,Subroto,BrandPositioning,Strategis For Competitif Advantage, Tata McGrawHill Co., 1990
Mendesain Bauran Pemasaran
Mendesain Bauran Pemasaran
Vita Widiya / 11208266 / 3EA03
Pemasaran adalah kegiatan pemasar untuk menjalankan bisnis (profit atau non profit) guna memenuhi kebutuhan pasar dengan barang dan atau jasa , menetapkan harga, mendistribusikan serta mempromosikannya melalui proses pertukaran agar memuaskan konsumen dan mencapai tujuan perusahaan. Masalah pemasaran merupakan masalah yang penting, mengingat dewasa ini persaingan barang dan jasa yang dipasarkan semakin ketat. Hal ini menuntut perusahaan untuk menggunakan strategi pemasaran yang tepat agar perusahaan dapat memenangkan persaingan tersebut.
Dalam menjalankan aktivitasnya baik perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa maupun barang mempunyai tujuan yang sama yaitu memperoleh keuntungan. Selain itu perusahaan juga ingin memberikan kepuasan kepada konsumen atas produk yang yang dihasilkannya, karena kepuasan konsumen menjadi tolak ukur dari keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan produk yang berkualitas, dan yang diinginkan oleh konsumen.
Untuk mencapai strategi pemasaran yang tepat dan terbaik , salah satunya perusahaan dapat melihat dari faktor bauran pemasaran. Hal tersebut penting karena bauran pemasaran merupakan salah satu pokok pertimbangan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian suatu produk. Jika perusahaan tidak peka terhadap apa yang dibutuhkan oleh konsumen, maka dapat dipastikan bahwa perusahaan akan kehilangan Dalam konsep pemasaran modern banyak perusahaan yang mengacu pada bauran pemasaran di dalam merancang program pemasarannya. Bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, promosi dan saluran distribusi mempunyai peranan yang sangat penting guna mensukseskan program pemasaran dari suatu perusahaan. Dengan melakukan perencanaan terhadap empat bauran pemasaran diharapkan perusahaan dapat merumuskan program pemasaran yang tepat bagi produk yang akan ditawarkan kepada konsumen.
Menurut Lovelock dan Wright (2002:13-15) mengembangkan bauran pemasaran (marketing mix) menjadi integrated service management dengan menggunakan pendekatan 8Ps, yaitu :
1. Product elements adalah semua komponen dari kinerja layanan yang menciptakan nilai bagi pelanggan.
2. Place, cyberspace, and time adalah keputusan manajemen mengenai kapan, dimana, dan bagaimana menyajikan layanan yang baik kepada pelanggan.
3. Promotion and education adalah semua aktivitas komunikasi dan perancangan insentif untuk membangun persepsi pelanggan yang dikehendaki perusahaan atas layanan spesifik yang perusahaan berikan.
4. Price and other user outlays adalah pengeluaran uang, waktu, dan usaha yang pelanggan korbankan dalam membeli dan mengkonsumi produk dan layanan yang perusahaan tawarkan atau sajikan.
5. Process adalah suatu metode pengoperasian atau serangkaian tindakan yang diperlukan untuk menyajikan produk dan layanan yang baik kepada pelanggan.
6. Productivity and quality, produktivitas adalah sejauhmana efisiensi masukan-masukan layanan ditransformasikan ke dalam hasil-hasil layanan yang dapat menambah nilai bagi pelanggan, sedangkan kualitas adalah derajat suatu layanan yang dapat memuaskan pelanggan karena dapat memenuhi kebutuhan, keinginan, dan harapan.
7. People adalah pelanggan (konsumen) dan karyawan yang terlibat dalam kegiatan memproduksi produk dan layanan (service production).
8. Physical evidence adalah perangkat-perangkat yang diperlukan dalam menyajikan secara nyata kualitas produk dan layanan.
Untuk menentukan strategi bauran pemasaran yang tepat, yang perlu dipahami terlebih dulu adalah perilaku konsumen. Dalam mengenal konsumen, kita perlu mempelajari perilaku konsumen sebagai perwujudan dari seluruh aktivitas jiwa manusia itu sendiri. Konsumen dalam memantapkan keputusan pembelian suatu produk, terlebih dahulu akan mempertimbangkan berbagai informasi yang mereka terima, termasuk diantaranya unsur-unsur bauran pemasaran. Bauran pemasaran produk yang ditanggapi atau direspon dengan baik (positif) oleh konsumen akan memiliki peluang yang besar bagi produk tersebut untuk dibeli. Dapat diasumsikan bahwa penilaian atau tanggapan konsumen terhadap bauran pemasaran akan mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengetahui tanggapan konsumen terhadap bauran pemasaran yang dilakukannya. Perusahaan yang memahami betul bagaimana tanggapan konsumen terhadap unsur-unsur bauran pemasaran produknya akan mempunyai kelebihan-kelebihan dibanding pesaingnya.
Berdasarkan uraian yang dijelaskan sebelumnya, maka secara garis besar permasalahan yang terjadi adalah antara unsur-unsur bauran pemasaran yang terdiri produk, price, promosi, dan place saling berkaitan satu sama lain dalam pencapaian tujuan perusahaan uyaitu memenuhi kebutuhan konsumen.
Oleh karena itu supaya bauran pemasaran berhasil dilakukan maka setiap elemen-elemen yang ada di perusahaan sebaiknya bekerja secara terkoordinasi khususnya bagian produksi dan bagian pemasaran, bagian produksi akan mengetahui keinginan pasar itu seperti apa dari bagian pemasaran dan sebaliknya bagian pemasaran juga perlu memberi masukan-masukan kepada bagian produksi sehingga produk yang dihasilkannya benar-benar sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pasar yang akhirnya perusahaan dapat meningkatkan pendapatannya.
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Mendesain Bauran Pemasaran
Rapp, Stan & Collins, Tom, MaxiMarketing, McGraw Hill, 1987
Vita Widiya / 11208266 / 3EA03
Pemasaran adalah kegiatan pemasar untuk menjalankan bisnis (profit atau non profit) guna memenuhi kebutuhan pasar dengan barang dan atau jasa , menetapkan harga, mendistribusikan serta mempromosikannya melalui proses pertukaran agar memuaskan konsumen dan mencapai tujuan perusahaan. Masalah pemasaran merupakan masalah yang penting, mengingat dewasa ini persaingan barang dan jasa yang dipasarkan semakin ketat. Hal ini menuntut perusahaan untuk menggunakan strategi pemasaran yang tepat agar perusahaan dapat memenangkan persaingan tersebut.
Dalam menjalankan aktivitasnya baik perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa maupun barang mempunyai tujuan yang sama yaitu memperoleh keuntungan. Selain itu perusahaan juga ingin memberikan kepuasan kepada konsumen atas produk yang yang dihasilkannya, karena kepuasan konsumen menjadi tolak ukur dari keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan produk yang berkualitas, dan yang diinginkan oleh konsumen.
Untuk mencapai strategi pemasaran yang tepat dan terbaik , salah satunya perusahaan dapat melihat dari faktor bauran pemasaran. Hal tersebut penting karena bauran pemasaran merupakan salah satu pokok pertimbangan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian suatu produk. Jika perusahaan tidak peka terhadap apa yang dibutuhkan oleh konsumen, maka dapat dipastikan bahwa perusahaan akan kehilangan Dalam konsep pemasaran modern banyak perusahaan yang mengacu pada bauran pemasaran di dalam merancang program pemasarannya. Bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, promosi dan saluran distribusi mempunyai peranan yang sangat penting guna mensukseskan program pemasaran dari suatu perusahaan. Dengan melakukan perencanaan terhadap empat bauran pemasaran diharapkan perusahaan dapat merumuskan program pemasaran yang tepat bagi produk yang akan ditawarkan kepada konsumen.
Menurut Lovelock dan Wright (2002:13-15) mengembangkan bauran pemasaran (marketing mix) menjadi integrated service management dengan menggunakan pendekatan 8Ps, yaitu :
1. Product elements adalah semua komponen dari kinerja layanan yang menciptakan nilai bagi pelanggan.
2. Place, cyberspace, and time adalah keputusan manajemen mengenai kapan, dimana, dan bagaimana menyajikan layanan yang baik kepada pelanggan.
3. Promotion and education adalah semua aktivitas komunikasi dan perancangan insentif untuk membangun persepsi pelanggan yang dikehendaki perusahaan atas layanan spesifik yang perusahaan berikan.
4. Price and other user outlays adalah pengeluaran uang, waktu, dan usaha yang pelanggan korbankan dalam membeli dan mengkonsumi produk dan layanan yang perusahaan tawarkan atau sajikan.
5. Process adalah suatu metode pengoperasian atau serangkaian tindakan yang diperlukan untuk menyajikan produk dan layanan yang baik kepada pelanggan.
6. Productivity and quality, produktivitas adalah sejauhmana efisiensi masukan-masukan layanan ditransformasikan ke dalam hasil-hasil layanan yang dapat menambah nilai bagi pelanggan, sedangkan kualitas adalah derajat suatu layanan yang dapat memuaskan pelanggan karena dapat memenuhi kebutuhan, keinginan, dan harapan.
7. People adalah pelanggan (konsumen) dan karyawan yang terlibat dalam kegiatan memproduksi produk dan layanan (service production).
8. Physical evidence adalah perangkat-perangkat yang diperlukan dalam menyajikan secara nyata kualitas produk dan layanan.
Untuk menentukan strategi bauran pemasaran yang tepat, yang perlu dipahami terlebih dulu adalah perilaku konsumen. Dalam mengenal konsumen, kita perlu mempelajari perilaku konsumen sebagai perwujudan dari seluruh aktivitas jiwa manusia itu sendiri. Konsumen dalam memantapkan keputusan pembelian suatu produk, terlebih dahulu akan mempertimbangkan berbagai informasi yang mereka terima, termasuk diantaranya unsur-unsur bauran pemasaran. Bauran pemasaran produk yang ditanggapi atau direspon dengan baik (positif) oleh konsumen akan memiliki peluang yang besar bagi produk tersebut untuk dibeli. Dapat diasumsikan bahwa penilaian atau tanggapan konsumen terhadap bauran pemasaran akan mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengetahui tanggapan konsumen terhadap bauran pemasaran yang dilakukannya. Perusahaan yang memahami betul bagaimana tanggapan konsumen terhadap unsur-unsur bauran pemasaran produknya akan mempunyai kelebihan-kelebihan dibanding pesaingnya.
Berdasarkan uraian yang dijelaskan sebelumnya, maka secara garis besar permasalahan yang terjadi adalah antara unsur-unsur bauran pemasaran yang terdiri produk, price, promosi, dan place saling berkaitan satu sama lain dalam pencapaian tujuan perusahaan uyaitu memenuhi kebutuhan konsumen.
Oleh karena itu supaya bauran pemasaran berhasil dilakukan maka setiap elemen-elemen yang ada di perusahaan sebaiknya bekerja secara terkoordinasi khususnya bagian produksi dan bagian pemasaran, bagian produksi akan mengetahui keinginan pasar itu seperti apa dari bagian pemasaran dan sebaliknya bagian pemasaran juga perlu memberi masukan-masukan kepada bagian produksi sehingga produk yang dihasilkannya benar-benar sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pasar yang akhirnya perusahaan dapat meningkatkan pendapatannya.
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Mendesain Bauran Pemasaran
Rapp, Stan & Collins, Tom, MaxiMarketing, McGraw Hill, 1987
Kamis, 13 Mei 2010
Ketahanan Nasional
Tugas 4 P.Kewarganegaraan
Nama : Vita Widiya
Npm/kls : 11208266/2EA03
Kehidupan bangsa indonesia di era globalisasi ini harus diperhatikan dengan baik, terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). IPTEK menjadi faktor yang sangat mempengaruhi kehidupan, selain itu dapat menjadi faktor penentu keberadaan dan kemajuan masyarakat. Sekarang ini ilmu pengetahuan dan teknologi telah berkembang begitu cepat dan canggih, hal itu memacu adanya perubahan di berbagai aspek kehidupan. Perubahan yang di sebabkan oleh masuknya teknologi modern dirasakan sebagai suatu hal yang sangat cepat dan mendesak. Indonesia sebagai negara berkembang sangat merasakan hal itu, dengan demikian. Indonesia harus melakukan alih teknologi untuk mempertahankan kehidupannya di tengah pergaulan dengan negara lain.
Kecenderungan kearah globalisasi dan pemanfaatan IPTEK akan terlindas oleh kemajuan bangsa-bangsa lain. Oleh sebab itu, kita sebagai bangsa Indonesia harus bersikap terbuka dengan masuknya hasil budaya bangsa asing tersebut. Apabila tidak bersikap terbuka, berarti bangsa Indonesia menutup diri dengan segala kemajuan yang terjadi, dan dikhawatirkan bangsa Indonesia akan ketinggalan dengan negara lain. Tentu saja hal itu tidak kita harapkan. Namun perlu di ingat dengan adanya proses alih teknologi kita harus menyiapkan segala kondisi fisik alamiah maupun sosial. Hal ini dimaksudkan agar kita tidak kehilangan kepribadian bangsa. Kita sebagai bangsa Indonesia patut bersyukur karena mempunyai landasan kepribadian yang cukup kuat, yaitu Pancasila.
Kenyataan itu tentu menimbulkan tantangan bagi semua negara untuk mampu bersaing dalam meningkatkan kualitas produk industrinya, bangsa Indonesia juga tidak terlepas dari tantangan itu. Ditengah-tengah usaha itu untuk memperbaiki perekonomian, bangsa Indonesia juga ditantang untuk berjuang menempatkan bangsa Indonesia sederajat dengan bangsa lain. Oleh karena itu kita sebagai warga negara Indonesia yang baik tentu memiliki rasa bangga terhadap produk dalam negeri. Kita harus sadar dan bangga bahwa produksi dalam negeri tidak kalah dengan produksi luar negeri.
Di era globalisasi ini, persaingan begitu ketat dan tajam pada semua aspek kehidupan. Pada bidang ideologi, kehancuran komunisme di Eropa Timur memungkinkan liberalisme – kapitalisme mendominasi dunia. Dalam bidang politik, pengaruh negara-negara besar sulit di elakan. Bidang ekonomi, perdagangan bebas menyebabkan produksi lokal terpental. Dalam bidang sosial budaya, pola hidup dan budaya hedonistic (maunya enak, senang saja) mewarnai semua lapisan dan lingkungan masyarakat. Sedangkan dibidang pertahanan dan keamanan penguasaan teknologi persenjataan bukan lagi jaminan keamanan melainkan cenderung sebagai ancaman.
Dengan meningkatnya hubungan antar bangsa di dunia, maka pengaruh tata nilai dan budaya luar akan makin tinggi pula masuk ke Indonesia. Akibatnya kalau kita tidak mempunyai ketahanan mental, ideologi, dan kewaspadaan kita dapat menjadi korban globalisasi dan pergaulan antar bangsa. Sadar akan besarnya bahaya yang akan mengancam moralitas bangsa, pemerintah mengambil langkah-langkah guna mempertahankan kepribadian bangsa Indonesia kepribadian yang dimaksud adalah kepribadian yang berakar dan bersejarah dan kebudayaan Indonesia. Yaitu kebudayaan yang menghargai keserasian dan keselarasan sebagai nilai esensial.
Adapun beberapa nilai-nilai yang tidak sesuai atau yang dapat merusak kepribadian bangsa yang seharusnya kita tolak, misalnya :
a) Sekularisme, yaitu paham atau pandangan falsafah yang berpendirian bahwa moralitas tidak perlu didasarkan pada ajaran agama.
Individualisme, yaitu sikap yang mementingkan kepentingan sendiri
b) Hedonisme, yaitu paham yang melihat bahwa kesenangan atau kenikmatan menjadi tujuan hidup dan tindakan manusia
c) Materialisme, yaitu sikap yang selalu mengutamakan dan mengukur segala sesuatu berdasarkan materi. Hubungan batiniah tidak lagi menjadi bahan pertimbangan dalam hubungan antar manusia
d) Ekstremisme, yaitu pikiran atau tindakan seseorang yang melampaui batas kebiasaan / norma-norma yang ada dan berlaku di suatu tempat
e) Chauvinisme, yaitu paham yang mengagung-agungkan bangsa sendiri dan merendahkan bangsa lain
f) Elitisme, yaitu sikap yang cenderung bergaya hidup berbeda dengan rakyat kebanyakan
g) Konsumenisme, yaitu paham atau gaya hidup menganggap barang-barang sebagai ukuran kebahagiaan dan kesenangan
h) Diskriminatif, yaitu sifat seseorang yang suka membeda-bedakan antar yang satu dengan lainnya
i) Glamoristik, yaitu sikap atau gaya hidup suka menonjolkan kemewahan.
Nama : Vita Widiya
Npm/kls : 11208266/2EA03
Kehidupan bangsa indonesia di era globalisasi ini harus diperhatikan dengan baik, terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). IPTEK menjadi faktor yang sangat mempengaruhi kehidupan, selain itu dapat menjadi faktor penentu keberadaan dan kemajuan masyarakat. Sekarang ini ilmu pengetahuan dan teknologi telah berkembang begitu cepat dan canggih, hal itu memacu adanya perubahan di berbagai aspek kehidupan. Perubahan yang di sebabkan oleh masuknya teknologi modern dirasakan sebagai suatu hal yang sangat cepat dan mendesak. Indonesia sebagai negara berkembang sangat merasakan hal itu, dengan demikian. Indonesia harus melakukan alih teknologi untuk mempertahankan kehidupannya di tengah pergaulan dengan negara lain.
Kecenderungan kearah globalisasi dan pemanfaatan IPTEK akan terlindas oleh kemajuan bangsa-bangsa lain. Oleh sebab itu, kita sebagai bangsa Indonesia harus bersikap terbuka dengan masuknya hasil budaya bangsa asing tersebut. Apabila tidak bersikap terbuka, berarti bangsa Indonesia menutup diri dengan segala kemajuan yang terjadi, dan dikhawatirkan bangsa Indonesia akan ketinggalan dengan negara lain. Tentu saja hal itu tidak kita harapkan. Namun perlu di ingat dengan adanya proses alih teknologi kita harus menyiapkan segala kondisi fisik alamiah maupun sosial. Hal ini dimaksudkan agar kita tidak kehilangan kepribadian bangsa. Kita sebagai bangsa Indonesia patut bersyukur karena mempunyai landasan kepribadian yang cukup kuat, yaitu Pancasila.
Kenyataan itu tentu menimbulkan tantangan bagi semua negara untuk mampu bersaing dalam meningkatkan kualitas produk industrinya, bangsa Indonesia juga tidak terlepas dari tantangan itu. Ditengah-tengah usaha itu untuk memperbaiki perekonomian, bangsa Indonesia juga ditantang untuk berjuang menempatkan bangsa Indonesia sederajat dengan bangsa lain. Oleh karena itu kita sebagai warga negara Indonesia yang baik tentu memiliki rasa bangga terhadap produk dalam negeri. Kita harus sadar dan bangga bahwa produksi dalam negeri tidak kalah dengan produksi luar negeri.
Di era globalisasi ini, persaingan begitu ketat dan tajam pada semua aspek kehidupan. Pada bidang ideologi, kehancuran komunisme di Eropa Timur memungkinkan liberalisme – kapitalisme mendominasi dunia. Dalam bidang politik, pengaruh negara-negara besar sulit di elakan. Bidang ekonomi, perdagangan bebas menyebabkan produksi lokal terpental. Dalam bidang sosial budaya, pola hidup dan budaya hedonistic (maunya enak, senang saja) mewarnai semua lapisan dan lingkungan masyarakat. Sedangkan dibidang pertahanan dan keamanan penguasaan teknologi persenjataan bukan lagi jaminan keamanan melainkan cenderung sebagai ancaman.
Dengan meningkatnya hubungan antar bangsa di dunia, maka pengaruh tata nilai dan budaya luar akan makin tinggi pula masuk ke Indonesia. Akibatnya kalau kita tidak mempunyai ketahanan mental, ideologi, dan kewaspadaan kita dapat menjadi korban globalisasi dan pergaulan antar bangsa. Sadar akan besarnya bahaya yang akan mengancam moralitas bangsa, pemerintah mengambil langkah-langkah guna mempertahankan kepribadian bangsa Indonesia kepribadian yang dimaksud adalah kepribadian yang berakar dan bersejarah dan kebudayaan Indonesia. Yaitu kebudayaan yang menghargai keserasian dan keselarasan sebagai nilai esensial.
Adapun beberapa nilai-nilai yang tidak sesuai atau yang dapat merusak kepribadian bangsa yang seharusnya kita tolak, misalnya :
a) Sekularisme, yaitu paham atau pandangan falsafah yang berpendirian bahwa moralitas tidak perlu didasarkan pada ajaran agama.
Individualisme, yaitu sikap yang mementingkan kepentingan sendiri
b) Hedonisme, yaitu paham yang melihat bahwa kesenangan atau kenikmatan menjadi tujuan hidup dan tindakan manusia
c) Materialisme, yaitu sikap yang selalu mengutamakan dan mengukur segala sesuatu berdasarkan materi. Hubungan batiniah tidak lagi menjadi bahan pertimbangan dalam hubungan antar manusia
d) Ekstremisme, yaitu pikiran atau tindakan seseorang yang melampaui batas kebiasaan / norma-norma yang ada dan berlaku di suatu tempat
e) Chauvinisme, yaitu paham yang mengagung-agungkan bangsa sendiri dan merendahkan bangsa lain
f) Elitisme, yaitu sikap yang cenderung bergaya hidup berbeda dengan rakyat kebanyakan
g) Konsumenisme, yaitu paham atau gaya hidup menganggap barang-barang sebagai ukuran kebahagiaan dan kesenangan
h) Diskriminatif, yaitu sifat seseorang yang suka membeda-bedakan antar yang satu dengan lainnya
i) Glamoristik, yaitu sikap atau gaya hidup suka menonjolkan kemewahan.
Minggu, 09 Mei 2010
Tugas Kuis Manajemen Pemasaran
VITA WIDIYA
11208266/2EA03
1. Bagaimankah pendekatan ilmiah dalam penelitian pemasaran?
Jawab:
Penelitian yang Sistematis, Objektif, Informatif, dan Keputusan manajemen.
2. Apakah yang mendukung sumber-sumber informasi pemasaran?
Jawab:
Yang mendukung sumber-sumber informasi pemasaran:
- Scientifik (ilmiah) : Analisi Pasar, Riset Pasar.
- Descriptif(objek) : Data, Informasi.
3. Bagaimana proses penelitian pemasaran?
Jawab:
Proses penelitian pemasaran:
a) Analisis situasi dan system informasi,
b) Maksud penelitian dan identifikasi masalah,
c) Tujuan penelitian,
d) Estimasi nilai informasi penelitian, dan
e) Rancangan penelitian.
4. Apakah klasifikasi karakteristik jenis data?
Jawab:
Karakteristik jenis data dibagi menjadi dua, yaitu:
1.) Data primer : Ordinal, Nominal, Inteval, dan Ratio.
2.) Data sekunder : Sudah diolah, dan Tingkat harga.
5. Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian konsumen?
Jawab:
Faktor-faktor yang mempengaruhi pembelian konsumen:
a) Faktor personal :
Motivasi, Persepsi, Pemahaman, Kepercayaan, Sikap, dan Kepribadian seseorang.
b) Faktor social :
Aspek kultur, Subkultur, Klas social, Kelompok referensi, Kelompok
referensi, Keluarga
6. Apakah variable psikologis, variable social, kondisi pada saat membeli yang berkontribusi pada pemecahan masalah keputusan pembelian personal?
Jawab:
Ya. Karena dengan adanya variabel psikologis, social, ataupun kondisi, seseorang akan
dapat dengan mudah berkonsentrasi dalam hal ini pemecahan masalah untuk mengambil
keputusan apakah membeli atau tidak.
7. Bagaimana marketer membentuk homogenitas pasar konsumen?
Jawab:
Pembentukan homogenitas pasar konsumen:
•Geografis : (Wialyah, Pemukiman, dan Perkotaan)
•Demografis : (Usia, Jenis kelamin, Pendapatan, Pendidikan, dan Pekerjaan)
•Psikografis : (sifat, motifasi, persepsi dsb)
•Kebiasaan : (membeli atau mengkonsumsi).
8. Bagaimana proses segmentasi bagi calon pembeli dan pendekatan atribut yang memengaruhi keputusan pelanggan untuk membeli?
Jawab :
Proses segmentasi bagi calon pembeli dapat dilihat dari factor :
a. Geografis (wilayah, pemukiman, perkotaan dsb)
Pasar dapat dibedakan menurut waktu atau batas daerah:
b. Demografis (usia, jenis kelamin, pendapatan, pendidikan, pekerjaan dsb)
Pemasaran dapat dibedakan menurut perbidaan misalnya, usia perilaku pasar anak – anak
berbeda dengan dewasa:
c. Psikografis (sifat, motifasi, persepsi dsb)
Pasar dapat dibedakan menurut sikap konsumen terhadap barang tertentu
d. kebiasaan: Membeli dan mengkonsumsi
Pendekatan atribut yang mempengaruhi keputusan membeli diantaranya :
- harga
- promosi
- produk
- motifasi
- sosial – budaya
- peranan dan status
- persepsi
- pemahaman
- kepercayaan
- sikap
- kepribadian
- kelas sosial
11208266/2EA03
1. Bagaimankah pendekatan ilmiah dalam penelitian pemasaran?
Jawab:
Penelitian yang Sistematis, Objektif, Informatif, dan Keputusan manajemen.
2. Apakah yang mendukung sumber-sumber informasi pemasaran?
Jawab:
Yang mendukung sumber-sumber informasi pemasaran:
- Scientifik (ilmiah) : Analisi Pasar, Riset Pasar.
- Descriptif(objek) : Data, Informasi.
3. Bagaimana proses penelitian pemasaran?
Jawab:
Proses penelitian pemasaran:
a) Analisis situasi dan system informasi,
b) Maksud penelitian dan identifikasi masalah,
c) Tujuan penelitian,
d) Estimasi nilai informasi penelitian, dan
e) Rancangan penelitian.
4. Apakah klasifikasi karakteristik jenis data?
Jawab:
Karakteristik jenis data dibagi menjadi dua, yaitu:
1.) Data primer : Ordinal, Nominal, Inteval, dan Ratio.
2.) Data sekunder : Sudah diolah, dan Tingkat harga.
5. Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian konsumen?
Jawab:
Faktor-faktor yang mempengaruhi pembelian konsumen:
a) Faktor personal :
Motivasi, Persepsi, Pemahaman, Kepercayaan, Sikap, dan Kepribadian seseorang.
b) Faktor social :
Aspek kultur, Subkultur, Klas social, Kelompok referensi, Kelompok
referensi, Keluarga
6. Apakah variable psikologis, variable social, kondisi pada saat membeli yang berkontribusi pada pemecahan masalah keputusan pembelian personal?
Jawab:
Ya. Karena dengan adanya variabel psikologis, social, ataupun kondisi, seseorang akan
dapat dengan mudah berkonsentrasi dalam hal ini pemecahan masalah untuk mengambil
keputusan apakah membeli atau tidak.
7. Bagaimana marketer membentuk homogenitas pasar konsumen?
Jawab:
Pembentukan homogenitas pasar konsumen:
•Geografis : (Wialyah, Pemukiman, dan Perkotaan)
•Demografis : (Usia, Jenis kelamin, Pendapatan, Pendidikan, dan Pekerjaan)
•Psikografis : (sifat, motifasi, persepsi dsb)
•Kebiasaan : (membeli atau mengkonsumsi).
8. Bagaimana proses segmentasi bagi calon pembeli dan pendekatan atribut yang memengaruhi keputusan pelanggan untuk membeli?
Jawab :
Proses segmentasi bagi calon pembeli dapat dilihat dari factor :
a. Geografis (wilayah, pemukiman, perkotaan dsb)
Pasar dapat dibedakan menurut waktu atau batas daerah:
b. Demografis (usia, jenis kelamin, pendapatan, pendidikan, pekerjaan dsb)
Pemasaran dapat dibedakan menurut perbidaan misalnya, usia perilaku pasar anak – anak
berbeda dengan dewasa:
c. Psikografis (sifat, motifasi, persepsi dsb)
Pasar dapat dibedakan menurut sikap konsumen terhadap barang tertentu
d. kebiasaan: Membeli dan mengkonsumsi
Pendekatan atribut yang mempengaruhi keputusan membeli diantaranya :
- harga
- promosi
- produk
- motifasi
- sosial – budaya
- peranan dan status
- persepsi
- pemahaman
- kepercayaan
- sikap
- kepribadian
- kelas sosial
Minggu, 18 April 2010
Kasus 3 : Pemasaran
JURNAL REVIEWS
“Memaksimalkan Strategi Pemasaran Lotte Department Store”

Mata Kuliah :
Manajemen Pemasaran
Dosen :
Muhammad Yunanto, SE., MM
Disusun Oleh :
Nama : Vita Widiya
NPM : 11208266
Kelas : 2EA03
Universitas Gunadarma
Fakultas Ekonomi
ATA 2009/2010
Tentang isi artikel
Latar Belakang
Toko utama Lotte dibuka pada th 1979 di Myong- dong, kawasan bisnis pusat kota dan distrik pertokoan di Seoul, Korea, tumbuh sebagai retailer modern Korea. Lotte berdampak unik terhadap budaya belanja dan gaya bisnis Korea. Lotte terus berkembang secara dramatis. Manajemen Lotte berpusat pada pelanggan yang fokusnya menciptakan kepuasan dan kepercayaan setiap pelanggan.
Department Store, sepakat untuk mengadakan kerja sama bisnis dengan situs portal Korea Telecom, Hanmir, pada bulan mei, untuk mengoperasikan sebuah pusat perbelanjaa bersama Lotte.hanmair.com.
Selain itu, Lotte Department store berkompetisi dengan toko diskon. Dengan kondisi ekonomi semacam ini , toko- toko diskon bersekala besar tumbuhlebih cepat ketimbang Department Store.
Kontribusi Penelitian :
a. Untuk mengetahui misi manajemen dan kebijakan Lotte Department Store.
b. Untuk mengetahui strategi- strategi apa saja ynag digunakan Lotte Department Store untuk memperluas jaringan yang terfokus pada sektor toko diskon.
c. Untuk mengetahui dan membuktikan sejauh mana Lotte Department Store dapat mengembangkan bisnisnya.
Tanggapan dan kritik terhadap artikel :
1) Artikel ini berisi tentang perkembangan perluasan jaringan Lotte Department Store yang terfokus pada sektor toko diskon dan sektor pusat perbelenjaan internet.
2) Pembahasan penelitian menghasilkan antara lain :
a. Filosofi manajemen Lotte yang dibangun dari mission ststement “Selalu Bersama Anda – Always With You “, manajemen Lotte berpusat pada pelanggan yang fokusnya menciptakan kepuasan dan kepercayaan setiap pelanggan.
b. Mengenai strategi- strategi bisnis yang mengevaluasi dampak ekonomi dari semua cabang baru yang potensial. Aliansi strategi yang digunakan dengan berbagai kemitraan sedang diwujudkan di antara para paritel. Penggunaan silang sertifikat hadiah diadopsi oleh semakin banyaknya department store untuk mengompensasi penjualan.
c. Berbagai toko diskon asing secara agresif melakukan ekspansi jaringan toko mereka kendati ekonomi sedang stagnan, yang menyebabkan ancaman memetikan bagi rekan domestik mereka.
d. Para paritel berharap kenaikan penjualan 30%, terutma melalui perluasan jaringan sektor toko diskon, serta lebih menekankan pada pusat perbelanjaan internet.
3). Kritik dan munculnya peluang pengembangan penelitian
a. Judul yang diangkat dalam kasus ini kurang tepat, seharusnya diperinci lagi dengan judul “Memaksimalkan Strategi Pemasaran Lotte Department Store”.
b. Tujuan dan pembahasan dalam kasus ini : Strategi pemasarannya harus pula didukung oleh unit- unit bagian Lotte Department Store.Dalam artian tidak tergantung pada lingkupan pusat manajemen pemasaran dari perusahaan Lotte tersebut.
c. Sekiranya perusahaan Lotte Department Store tersebut dapat lebih mempertahankan stabilitas strategi pemasaran yang diterapkan sebelumnya.
“Memaksimalkan Strategi Pemasaran Lotte Department Store”

Mata Kuliah :
Manajemen Pemasaran
Dosen :
Muhammad Yunanto, SE., MM
Disusun Oleh :
Nama : Vita Widiya
NPM : 11208266
Kelas : 2EA03
Universitas Gunadarma
Fakultas Ekonomi
ATA 2009/2010
Tentang isi artikel
Latar Belakang
Toko utama Lotte dibuka pada th 1979 di Myong- dong, kawasan bisnis pusat kota dan distrik pertokoan di Seoul, Korea, tumbuh sebagai retailer modern Korea. Lotte berdampak unik terhadap budaya belanja dan gaya bisnis Korea. Lotte terus berkembang secara dramatis. Manajemen Lotte berpusat pada pelanggan yang fokusnya menciptakan kepuasan dan kepercayaan setiap pelanggan.
Department Store, sepakat untuk mengadakan kerja sama bisnis dengan situs portal Korea Telecom, Hanmir, pada bulan mei, untuk mengoperasikan sebuah pusat perbelanjaa bersama Lotte.hanmair.com.
Selain itu, Lotte Department store berkompetisi dengan toko diskon. Dengan kondisi ekonomi semacam ini , toko- toko diskon bersekala besar tumbuhlebih cepat ketimbang Department Store.
Kontribusi Penelitian :
a. Untuk mengetahui misi manajemen dan kebijakan Lotte Department Store.
b. Untuk mengetahui strategi- strategi apa saja ynag digunakan Lotte Department Store untuk memperluas jaringan yang terfokus pada sektor toko diskon.
c. Untuk mengetahui dan membuktikan sejauh mana Lotte Department Store dapat mengembangkan bisnisnya.
Tanggapan dan kritik terhadap artikel :
1) Artikel ini berisi tentang perkembangan perluasan jaringan Lotte Department Store yang terfokus pada sektor toko diskon dan sektor pusat perbelenjaan internet.
2) Pembahasan penelitian menghasilkan antara lain :
a. Filosofi manajemen Lotte yang dibangun dari mission ststement “Selalu Bersama Anda – Always With You “, manajemen Lotte berpusat pada pelanggan yang fokusnya menciptakan kepuasan dan kepercayaan setiap pelanggan.
b. Mengenai strategi- strategi bisnis yang mengevaluasi dampak ekonomi dari semua cabang baru yang potensial. Aliansi strategi yang digunakan dengan berbagai kemitraan sedang diwujudkan di antara para paritel. Penggunaan silang sertifikat hadiah diadopsi oleh semakin banyaknya department store untuk mengompensasi penjualan.
c. Berbagai toko diskon asing secara agresif melakukan ekspansi jaringan toko mereka kendati ekonomi sedang stagnan, yang menyebabkan ancaman memetikan bagi rekan domestik mereka.
d. Para paritel berharap kenaikan penjualan 30%, terutma melalui perluasan jaringan sektor toko diskon, serta lebih menekankan pada pusat perbelanjaan internet.
3). Kritik dan munculnya peluang pengembangan penelitian
a. Judul yang diangkat dalam kasus ini kurang tepat, seharusnya diperinci lagi dengan judul “Memaksimalkan Strategi Pemasaran Lotte Department Store”.
b. Tujuan dan pembahasan dalam kasus ini : Strategi pemasarannya harus pula didukung oleh unit- unit bagian Lotte Department Store.Dalam artian tidak tergantung pada lingkupan pusat manajemen pemasaran dari perusahaan Lotte tersebut.
c. Sekiranya perusahaan Lotte Department Store tersebut dapat lebih mempertahankan stabilitas strategi pemasaran yang diterapkan sebelumnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
