Selasa, 05 Juni 2012

Tugas 2 Bahasa Inggris Bisnis2 "TENSES CHART"

Nama : Vita Widiya
Kelas : 4EA03
NPM : 11208266

Tugas 2 Bahasa Inggris Bisnis 2
TENSES CHART

1. While she was trying to read, her friend was practicing the piano.
2. He has been buying several jerseys in the last two years.
3. She will bone the meat later.
4. By the time you get there they already left.
5. I was drowwing. Nobody saved me.
6. He said she that she had not returned the book yet.
7. What are you darning at the moment.
8. She thinks her husband will buy a new fridge.
9. How much have you spent in Londonso far ?
10. In a month’s time I learned more words than ever.
11. After he saw the giraffe he spoke to the keeper.
12. The was buying weed-killer when they arrested him
13. The plumbing always gives trouble during the summer.
14. The trend was rising when they reached the lake.
15. Do you recognize this statue ?
16. They say that they will not perform tomorrow.
17. What have you been doing since your last recital ?
18. As it rained he put up his umbrella.
19. They heard Beethoven better conducted earlier in the year.
20. What is going on here ?
21. I only have just realized what she meant.
22. I will never plant crocuses again.
23. Were you enjoying yourself when I saw you at the party ?
24. I will be to the zoo and going while they are still talking about visiting it.
25. She doched at Tilbury last week.
26. He always accelerates too quickly.
27. Do you hear that awful noise ?
28. By the time the bridgade arrived, the house collapsed.
29. I saw a new type of windscreen wiper while I was walking round the exhibition yesterday.
30. They have been waiting to take off since ten this morning.
31. She shot at least three tigers in India last year.
32. We saw what we have seen.
33. He heard an owl hooting as he walked through the wood.
34. They have been producing a hundred shirts every day for two months now.
35. Where were you going when I bumped into you ?
36. Who told the grasshopper to dance? The ant in the fable did .
37. They were high heels every day last term.
38. What do you with a gun in your car ?
39. He still doesn’t find his watch.
40. I have lived there several years before I found the nest.
41. When it sting him ?
42. She likes cockles. Naturally she prefer lobster.
43. Dragon flies have beautiful wings.
44. Time and tide wait for no man, the saying run.
45. I bought some new pruners the other day.
46. The girl in the pay box seldom smiles nowadays.
47. The moment he opened the boot the spare wheel fell out.
48. Too many cooks spoiled the broth.
49. He left Italy by plane yesterday.

Selasa, 20 Maret 2012

Kata Benda dan Kata Kerja Manajemen, Marketing, Accounting, dan Banking

I.  MANAGEMENT:
*NOUN:
1 Administrative: administratif
2 Aim: tujuan
3 coordination: koordinasi
4 company: perusahaan
5 direction: arahan
6 experience: pengalaman
7 effectiveness: keefektipan
8 enterprise: perusahaan
9 function: fungsi
10 leadership: kepemimpinan
11 leader: pemimpin
12 manager: manajer
13 optimum: jumlah maksimum
14 policy: kebijakan
15 process: proses
16 phase: tahap/fase
17 performance: kinerja
18 regulation: peraturan
19 result: hasil
20 strategies: strategi

*VERB:
1 allocate: mengalokasi 
2 appraising: menilai     
3 actuating:  melaksanakan
4 attain: mencapai
5 controlling: mengendalikan
6 coaching: melatih
7 developing: mengembangkan
8 directing: mengarahkan 
9 evaluating: mengevaluasi
10 implement: melaksanakan 
11 manage: mengatur
12 motivate: memotivasi 
13 monitoring: mengawasi
14 orienting:  mengorientasikan 
15 organizing: mengorganisir        
16 planning:  merencanakan
17 revise: merevisi        
18 resolving: memecahkan        
19 restraining: mengendalikan
20 training:  berlatih/latihan

II.  MARKETING
*NOUN:      
1 buyers: pembeli
2 customers: langganan      
3 competitor: pesaing
4 demand: permintaan 
5 goods: barang
6 innovation: pembaharuan  
7 offer: penawaran        
8 order: pesanan        
9 objective: sasaran        
10 product: produk  
11 price: harga        
12 promotion: promosi        
13 placement: penempatan                
14 retailer: pengecer        
15 relationships: hubungan
16 salesman: penjual barang        
17 salesmanship: keahlian menjual        
18 supplier: pemasok
19 trade: perdagangan
20 transactions: transaksi

*VERB:
1 achieve: mencapai
2 analysed: meneliti
3 advertising: periklanan
4 communicating: berkomunikasi
5 consuming: mengkonsumsi
6 ordering: pemesanan
7 distributing:  mendistribusikan
8 delivers: mengantarkan
9 improving: mengembangkan
10 increasing: meningkatkan
11 identifying: memperkenalkan
12 promote: mempromosikan
13 providing: menyediakan
14 pricing: menetapkan harga
15 purchasing: membeli
16 selling: menjual
17 supplied:  menyediakan
18 satisfy: memenuhi
19 serviced: melayani
20 satisfying: memuaskan


III.ACCOUNTING   
    *NOUN:
1. asset: aset/modal
2 agencies: para agen
3 auditor: akuntan
4 bookkeeping: pembukuan
5 current: arus
6 cash: kas
7 corporation: perseroan terbatas
8 debt: hutang
9 earning: pendapatan
10 ekspenditure: pengeluaran
11 fee: biaya (ongkos)
12 gain: keuntungan
13 inventory: persediaan
14 liability: kewajiban
15 pay: upah
16 report: laporan
17 revenue: pendapatan
18 receivable: piutang
19 stockholder: pemegang saham.
20 salary: gaji
21 tax: pajak

*VERB:
1    auditing: memeriksa keuangan
2    collecting: mengumpulkan
3    recording: mencatat
4    classifying: menggolongkan
5    summarizing: meringkaskan
6    interpret: menafsirkan
7    earn: memperoleh
8    processing: memproses
9    representing: merepresentasikan (mewakilkan/menyatakan)
10    determine: menentukan
11    packaging :membungkus
12    fulfill: memenuhi
13    remodeling: memperbaharui
14    compare: membanfingkan
15    count: menghitung
16    billing: menagih
17     reporting: melaporkan
18    streamlining: membuat lebih efisien
19    examine: memeriksa
20    measure: mengukur
21    prepare: menyiapkan

IV.  BANKING
*NOUN:   
1   loan: pinjaman
2   capital: modal
3   savings: tabungan
4   credit: kredit
5   funds: dana
6   customer: nasabah
7   deposit: deposito
8   guarantee: jaminan
9   draft: wesel
10  cheque: cek
11  transaction: transaksi
12  bond : Obligasi
13  deadline: batas waktu
14  valuation: penaksiran/penilaian
15  surplus: kelebihan
16  ATM (automatic teller machine) : Anjungan Tunai Mandiri
17  clearing: kliring
18  payment: setoran/pembayaran
19  financial: keuangan
20  payback: pengembalian uang pinjaman
21  deficit: kekurangan

*VERB:
1    lending: meminjamkan
2    save: menabung
3    repay: membayar kembali
4    issue: menerbitkan
5    channeling: menyalurkan
6    invest: menginvestasikan
7    hedging: melakukan transaksi pelindungan nilai
8    require: membutuhkan
9    borrow: meminjam
10    meet: memenuhi
11    exemplify: menunjukkan
12    designate: menunjukkan
13    defray: membiayai
14    tender: menawarkan
15    converting: mengkonversikan
16    electing: memilih
17    stabilize: menstabilkan
18    sustain: memelihara
19    arrange: mengatur
20    guaranteeing: menjamin
21    entrust: mempercayakan






Nama : Vita Widiya
Kelas : 4EA03
NPM : 11208266

Selasa, 18 Oktober 2011

Teori- Teori Etika Bisnis

Vita Widiya/ 11208266/ 4EA04


1. Pengertian Etika
Etika berasal dari dari kata Yunani ‘Ethos’ (jamak – ta etha), berarti adat istiadat. Etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun pada suatu masyarakat. Etika berkaitan dengan nilai-nilai, tatacara hidup yg baik, aturan hidup yg baik dan segala kebiasaan yg dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang yang lain atau dari satu generasi ke generasi yg lain. Kata etik juga berhubungan dengan objek kelakuan manusia di wilayah-wilayah tertentu, seperti etika kedokteran, etika bisnis, etika profesional (advokat, akuntan) dan lain-lain. Disni ditekankan pada etika sebagai objek perilaku manusia dalam bidang bisnis. Dalam pengertian ini etika diartikan sebagai aturan-aturan yang tidak dapat dilanggar dari perilaku yang diterima masyarakat sebagai ”baik (good) atau buruk (bad)”. Catatan tanda kutip pada kata-kata baik dan buruk, yang berarti menekankan bahwa penentuan baik dan buruk adalah suatu masalah selalu berubah. Akhirnya, keputusan bahwa manajer membuat tentang pertanyaan yang bekaitan dengan etika adalah keputusan secara individual, yang menimbulkan konskuensi. Keputusan ini merefleksikan banyak faktor, termasuk moral dan nilai-nilai individu dan masyarakat.

Pengertian etika = moralitas
Etika dan moral (moralitas) sering digunakan secara bergantian dan dipertukarkan karena memiliki arti yang mirip. Ini mungkin karena kata Greek ethos dari mana ”ethics” berasal dan kata latin mores dari mana ”morals” diturunkan keduanya artinya kebiasaan (habit) atau custom (adat). Namun moral (morals) berbeda dari etika (ethics), yang mana di dalam moralitas terkandung suatu elemen-elemen normatif yang tidak dapat dielakkan/dihindari (inevitable normative elements). Dengan demikian, moral berhubungan dengan pembicaraan tidak hanya apa yang dikerjakan, tapi juga apa masyarakat seharusnya dikerjakan dan dipercaya. Elemen-elemen normatif ini, atau ”keharusan (oughtness)”, konflik dengan aspek-aspek perubahan etika bisnis.
Pengertian harfiah dari etika dan moralitas, sama-sama berarti sistem nilai tentang bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia yang telah diinstitusionalisasikan dalam sebuah adat kebiasaan yang kemudian terwujud dalam pola perilaku yang ajek dan terulang dalam kurun waktu yang lama sebagaimana baiknya sebuah kebiasaan. Moralitas adalah pedoman yang dimiliki individu atau kelompok mengenai apa itu benar dan salah, atau baik dan jahat.
Pedoman moral mencakup norma-norma yang kita miliki mengenai jenis-jenis tindakan yang kita yakini benar atau salah secara moral, dan nilai-nilai yang kita terapkan pada objek-objek yang kita yakini secara moral baik atau secara moral buruk. Norma moral seperti “selalu katakan kebenaran”, “membunuh orang tak berdosa itu salah”. Nilai-nilai moral biasanya diekspresikan sebagai pernyataan yang mendeskripsikan objek-objek atau ciri-ciri objek yang bernilai, semacam “kejujuran itu baik” dan “ketidakadilan itu buruk”. Standar moral pertama kali terserap ketika masa kanak-kanak dari keluarga, teman, pengaruh kemasyarakatan seperti gereja, sekolah, televisi, majalah, music dan perkumpulan.

Hakekat standar moral :
1. Standar moral berkaitan dengan persoalan yang kita anggap akan merugikan secara serius atau benar-benar akan menguntungkan manusia.
2. Standar moral tidak dapat ditetapkan atau diubah oleh keputusan dewan otoritatif tertentu.
3. Standar moral harus lebih diutamakan daripada nilai lain termasuk (khususnya)kepentingan diri.
4. Standar moral berdasarkan pada pertimbangan yang tidak memihak.
5. Standar moral diasosiasikan dengan emosi tertentu dan kosa kata tertentu.

Standar moral, dengan demikian, merupakan standar yang berkaitan dengan persoalan yang kita anggap mempunyai konsekuensi serius, didasarkan pada penalaran yang baik bukan otoritas, melampaui kepentingan diri, didasarkan pada pertimbangan yang tidak memihak, dan yang pelanggarannya diasosiasikan dengan perasaan bersalah dan malu dan dengan emosi dan kosa kata tertentu.

Etika sebagai Filsafat Moral
Etika sebagai filsafat moral tidak langsung memberi perintah konkret sebagai pegangan siap pakai. Etika dapat dirumuskan sebagai refleksi kritis dan rasional mengenai:
a. Nilai dan norma yang menyangkut bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia
b. Masalah kehidupan manusia dengan mendasarkan diri pada nilai dan norma moral yang umum diterima

Etika sebagai sebuah ilmu yang terutama menitikberatkan refleksi kritis dan rasional,
a. Mempersoalkan apakah nilai dan norma moral tertentu memang harus dilaksanakan dalam situasi konkret terutama yang dihadapi seseorang, atau
b. Etika mempersoalkan apakah suatu tindakan yang kelihatan bertentangan dengan nilai dan norma moral tertentu harus dianggap sebagai tindakan yang tidak etis dan karena itu dikutuk atau justru sebaliknya
c. Apakah dalam situasi konkret yang saya hadapi saya memang harus bertindak sesuai dengan norma yang ada dalam masyarakatku ataukah justru sebaliknya saya dapat dibenarkan untuk bertindak sebaliknya yang bahkan melawan nilai dan norma moral tertentu.

Etika sebagai Ilmu menuntut orang untuk berperilaku moral secara kritis dan rasional. Dengan menggunakan bahasa Nietzcshe, etika sebagai ilmu menghimbau orang untuk memiliki moralitas tuan dan bukan moralitas hamba. Dalam bahasa Kant, etika berusaha menggugah kesadaran manusia untuk bertindak secara otonom dan bukan secara heteronom. Etika bermaksud membantu manusia untuk bertindak secara bebas tetapi dapat dipertanggungjawabkan.

2. Tiga Norma Umum
Norma memberi pedoman tentang bagaimana kita harus hidup dan bertindak secara baik dan tepat, sekaligus menjadi dasar bagi penilaian mengenai baik buruknya perilaku dan tindakan kita.
Macam Norma :
a. Norma Khusus adalah aturan yang berlaku dalam bidang kegiatan atau kehidupan khusus, misalnya aturan olah raga, aturan pendidikan dan lain-lain
b. Norma Umum sebaliknya lebih bersifat umum dan sampai pada tingkat tertentu boleh dikatakan bersifat universal.
- Norma Sopan santun / Norma Etiket adalah norma yang mengatur pola perilaku dan sikap lahiriah dalam pergaulan sehari-hari
- Norma Hukum adalah norma yang dituntut keberlakuannya secara tegas oleh masyarakat karena dianggap perlu dan niscaya demi keselamatan dan kesejahteraan manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Norma hukum ini mencerminkan harapan, keinginan dan keyakinan seluruh anggota masyarakat tersebut tentang bagaimana hidup bermasyarakat yang baik dan bagaimana masyarakat tersebut harus diatur secara baik
- Norma Moral yaitu aturan mengenai sikap dan perilaku manusia sebagai manusia. Norma moral ini menyangkut aturan tentang baik buruknya, adil tidaknya tindakan dan perilaku manusia sejauh ia dilihat sebagai manusia.

Etika tidak sama dengan Etiket. Uno (2004) membedakan pengertian etika dengan etiket. Etiket (sopan santun) berasal dari bahasa Prancis etiquette yang berarti tata cara pergaulan yang baik antara sesama menusia. Sementara itu etika, berasal dari bahasa Latin, berarti falsafah moral dan merupakan cara hidup yang benar dilihat dari sudut budaya, susila, dan agama.
Ada beberapa ciri utama yang membedakan norma moral dari norma umum lainnya ( kendati dalam kaitan dengan norma hukum ciri-ciri ini bisa tumpang tindih) :
a. Kaidah moral berkaitan dengan hal-hal yang mempunyai atau yang dianggap mempunyai konsekuensi yang serius bagi kesejahteraan, kebaikan dan kehidupan manusia, baik sebagai pribadi maupun sebagai kelompok.
b. Norma moral tidak ditetapkan dan/atau diubah oleh keputusan penguasa tertentu. Norma moral dan juga norma hukum merupakan ekspresi, cermin dan harapan masyarakat mengenai apa yang baik dan apa yang buruk. Berbeda dengan norma hukum, norma moral tidak dikodifikasikan, tidak ditetapkan atau diubah oleh pemerintah. Ia lebih merupakan hukum tak tertulis dalam hati setiap anggota masyarakat, yang karena itu mengikat semua anggota dari dalam dirinya sendiri
c. Norma moral selalu menyangkut sebuah perasaan khusus tertentu, yang oleh beberapa filsuf moral disebut sebagai perasaan moral (moral sense)

3. Teori Etika
a. Etika Teleologi
Etika Teleologi berasal dari kata Yunani, telos = tujuan. Etika Teleologi berarti mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.
Dua aliran etika teleologi :
- Egoisme Etis
- Utilitarianisme

* Egoisme Etis
Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri. Satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya. Egoisme ini baru menjadi persoalan serius ketika ia cenderung menjadi hedonistis, yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yg bersifat vulgar.

* Utilitarianisme
Utilitarianisme berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number”, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar.

Utilitarianisme , teori ini cocok sekali dengan pemikiran ekonomis, karena cukup dekat dengan Cost-Benefit Analysis. Manfaat yang dimaksudkan utilitarianisme bisa dihitung sama seperti kita menghitung untung dan rugi atau kredit dan debet dalam konteks bisnis

Utilitarianisme, dibedakan menjadi dua macam :
a. Utilitarianisme Perbuatan (Act Utilitarianism)
b. Utilitarianisme Aturan (Rule Utilitarianism)
Prinsip dasar utilitarianisme (manfaat terbesar bagi jumlah orang terbesar) diterpakan pada perbuatan.
Utilitarianisme aturan membatasi diri pada justifikasi aturan-aturan moral.

b. Deontologi
Istilah deontologi berasal dari kata Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban.
‘Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk’, deontologi menjawab: ‘karena perbuatan pertama menjadi kewajiban kita dan karena perbuatan kedua dilarang’. Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban. Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting.

Ada tiga prinsip yg harus dipenuhi :
(1) Supaya tindakan punya nilai moral, tindakan ini harus dijalankan berdasarkan kewajiban
(2) Nilai moral dari tindakan ini tidak tergantung pada tercapainya tujuan dari tindakan itu melainkan tergantung pada kemauan baik yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan itu, berarti kalaupun tujuan tidak tercapai, tindakan itu sudah dinilai baik
(3) Sebagai konsekuensi dari kedua prinsip ini, kewajiban adalah hal yang niscaya dari tindakan yang dilakukan berdasarkan sikap hormat pada hukum moral universal

Bagi Kant, Hukum Moral ini dianggapnya sbg perintah tak bersyarat (imperatif kategoris), yg berarti hukum moral ini berlaku bagi semua orang pada segala situasi dan tempat. Perintah Bersyarat adalah perintah yg dilaksanakan kalau orang menghendaki akibatnya, atau kalau akibat dari tindakan itu mrpk hal yg diinginkan dan dikehendaki oleh orang tsb. Perintah Tak Bersyarat adalah perintah yg dilaksanakan begitu saja tanpa syarat apapun, yaitu tanpa mengharapkan akibatnya, atau tanpa mempedulikan apakah akibatnya tercapai dan berguna bagi orang tsb atau tidak.

c. Teori Hak
Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku.
Teori Hak merupakan suatu aspek dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama.
Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.
.
d. Teori Keutamaan (Virtue)
Teori keutamaan dari etika yaitu memandang sikap atau akhlak seseorang. Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya. Keutamaan bisa didefinisikan sebagai berikut : disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan dia untuk bertingkah laku baik secara moral.
Contoh keutamaan :
a. Kebijaksanaan
b. Keadilan
c. Suka bekerja keras
d. Hidup yang baik
Keutamaan yang harus menandai pebisnis perorangan bisa disebut : kejujuran, fairness, kepercayaan dan keuletan. Keempat keutamaan ini berkaitan erat satu sama lain dan kadang-kadang malah ada tumpang tindih di antaranya.
Fairness : kesediaan untuk memberikan apa yang wajar kepada semua orang dan dengan wajar dimaksudkan apa yang bisa disetujui oleh semua pihak yang terlibat dalam suatu transaksi.
Keutamaan-keutamaan yang dimilliki manajer dan karyawan sejauh mereka mewakili perusahaan, adalah : Keramahan, Loyalitas, Kehormatan dan Rasa malu.
Keramahan merupakan inti kehidupan bisnis, keramahan itu hakiki untuk setiap hubungan antar manusia, hubungan bisnis tidak terkecuali. Loyalitas berarti bahwa karyawan tidak bekerja semata-mata untuk mendapat gaji, tetapi mempunyai juga komitmen yang tulus dengan perusahaan. Kehormatan adalah keutamaan yang membuat karyawan menjadi peka terhadap suka dan duka serta sukses dan kegagalan perusahaan. Rasa malu membuat karyawan solider dengan kesalahan perusahaan.

Selasa, 04 Oktober 2011

Susu Kedelai Yang Mengandung Kaporit Dan Formalin

Nama : Vita Widiya
Kelas : 4EA04
NPM : 11208266
Tugas : Etika Bisnis


Susu kedelai merupakan minuman yang mengandung berbagai macam vitamin yang sangat baik untuk kesehatan. Banyaknya permintaan masyarakat akan susu kedelai membuat pengusaha susu kedelai menghalalkan segala cara untuk memenuhi kebutuhan konsumen, dalam hal ini penikmat susu kedelai.

Adapun tindakan- tindakan yang menurut saya tidak etik pada penjualan susu kedelai, yaitu para pengusaha susu kedelai tidak segan- segan untuk mencampurkan bahan kimia berbahaya ke dalam susu kedelai misalnya seperti kaporit dan formalin yang seharusnya tidak dianjurkan untuk dikonsumsi karena dapat mengganggu sisitem organ dalam tubuh.

Untuk itu, disarankan agar para konsumen dalam hal ini masyarakay luas agar lebih hati- hati dalam mengkonsumsi susu kedelai. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan masalah seperti ini terjadi pada produk makanan atau minuman lainnya. Diharapkan campur tangan pemerintah dapat menindak lanjuti dan menanggulangi penggunaan bahan kimia berbahaya, tidak hanya untuk susu kedelai saja tetapi pada produk yang lain secara luas.

Kamis, 19 Mei 2011

Menarik Simpulan secara langsung dan Rantai Deduksi

Nama : Vita Widiya
Kelas : 3EA03
NPM : 11208266
Tugas 3 B. Indonesia

Contoh Menarik Simpulan secara Langsung
A. Semua S adalah P. (Premis)
Sebagian P adalah S. (Simpulan)
Contoh :
1) Setiap burung dapat terbang.
Sebagian yang terbang adalah burung.
2) Semua mobil adalah beroda empat.
Sebagian yang beroda empat adalah mobil.

B. Tidak satu pun S adalah P. (Premis)
Tidak satu pun Padalah S. (Simpulan)
Contoh :
1) Tidak satu pun karyawan SWASTA adalah PNS
Tidak satu pun PNS adalah karyawan BUMN
2) Tidak satu pun jin adalah setan
Tidak satu pun setan adalah jin

C. Semua S adalah P. (Premis)
Tidak satu pun S adalah tak-P. (Simpulan)
Contoh :
1) Setiap hewan adalah makhluk bernafas.
Tidak satu pun hewan adalah makhluk tak bernafas.
2) Semua mobil adalah memiliki roda empat.
Tidak satu pun mobil adalah tidak memiliki roda

D. Tidak satu pun S adalah P. (Premis)
Semua S adalah tak-P. (Simpulan)
Contoh :
1) Tidak satu pun babi adalah sapi.
Semua babi adalah bukan sapi.
2) Tidak satu pun rumah adalah gedung.
Semua rumah adalah bukan gedung.

E. Semua S adalah P. (Premis)
Tidak satu pun S adalah tak-P. (Simpulan)
Tidak satu pun tak-P adalah S.
Contoh :
1) Semua burung adalah binatang yang bisa terbang.
Tidak satu pun burung adalah binatang tidak bisa terbang.
Tidak satu pun binatang yang tidak bisa terbang adalah burung
2) Semua kaktus adalah berduri.
Tidak satu pun kaktus adalah tidak berduri.
Tidak satu pun yang tidak berduri adalah kaktus.

Contoh Silogisme Hipotesis, Silogisme Alternatif, dan Entimen
a). Silogisme Hipotesis
Jika mahasiswa turun ke jalanan, pihak penguasa akan gelisah.
Mahasiswa turun ke jalanan.
Jadi, pihak penguasa gelisah.
Jika mahasiswa turun ke jalanan, pihak penguasa tidak akan gelisah.
Mahasiswa tidak turun ke jalanan.
Jadi, pihak penguasa tidak gelisah.
b). Silogisme Alternatif
Dia adalah seorang pegawai atau pelajar.
Dia adalah pegawai.
Jadi, dia bukan seorang pelajar.
Dia adalah seorang pegawai atau pelajar.
Dia bukan seorang pegawai.
Jadi,dia seorang pelajar
c).Entimen
Semua dokter adalah orang pintar
Delvin adalah seorang dokter.
Jadi, Delvin adalah orang pintar.


Tugas 4 B. Indonesia

Contoh Rantai Deduksi
a). Semua buah srikaya manis rasanya. (hasil generalisasi)
Kali ini saya diberi lagi buah srikaya
Sebab itu, srikaya ini juga asem rasanya. (deduksi)
Saya tidak suka akan buah-buahan yang manis rasanya. (induksi: generlisasi)
Ini adalah buah srikaya manis.
Sebab itu, saya tidak suka srikaya ini. (deduksi)
Saya tidak suka makan apa saja, yang tidak saya senangi (induksi:generalisasi)
Saya tidak suka buah ini.
Sebab itu saya tidak memakannya. (deduksi)

b). Semua wanita banyak yang memakai rok.. (hasil generalisasi)

kali ini saya di kenalkan lagi dengan wanita.
Sebab itu, wanita ini juga memakai rok. (deduksi)
Saya tidak suka akan wanita-wanita yang memakai rok (induksi:generalisasi)
Saya tidak suka wanita ini.
Sebab itu saya tidak berkenalan dengannya. (deduksi)

Rabu, 04 Mei 2011

Penalaran Induktif

vita widiya
11208266/ 3EA03
Tugas 2: B. Indonesia


A. Generelisasi:
Contoh :
Setelah karangan anak-anak kelas 6 diperiksa, ternyata Iman, Selamet, Enal, dan Deri mendapat nilai 90. Anak-anak yang lain mendapat 75. Hanya Toni yang mendapatkan nilai 60 , dan tidak seorang pun mendapat nilai kurang dari 60. Bisa dikatakan, anak kelas 6 cukup pandai mengarang.
a. Loncatan Induktif
Contoh :
Jika PDRB per kapita Kota Cilegon tahun 2001 mencapai Rp 25,5 juta yang tumbuh rata-rata 13,5% per tahun selama 1999-2001, kiranya sukar dimengerti jika masih ada penduduk yang hidup miskin. Jika garis kemiskinan Kota Cilegon adalah kira-kira Rp 150.000 per bulan, maka PDRB per kapita Rp 2,13 per bulan jelas sekali lebih tinggi dibanding garis kemiskinan.
b. Tanpa Loncatan Induktif
Contoh :
Pempek adalah salah satu makanan khas dari Palembang.
B. Hipotesis dan Teori
Hipotesis adalah semacam teori atau kesimpulan yang diterima sementara waktu untuk menerangkan fakta- fakta tertentu sebagai penentu dalam peneliti fakta- fakta tertentu sebagai penuntun dalam meneliti fakta- fakta lainnya yang lebih lanjut.
Untuk merumuskan hipotesis yang baik harus diperhatikan ketentuak berikut :
a. Secara maksimal memperhitungkan semua evidensi yang ada.
b. Bila tidak ada alasal- alas an yang lain, maka antara dua hipotese yang mungkin diturunkan, lebih baik memlih hipotese yang sederhana dari pada yang rumit.
c. Sebuah hipotese tidak pernah terpisah dari semua pengetahuan dan pengalaman manusia.
d. Hipotese bukan hanya menjelaskan fakta- fakta yang membentuknya, tetapi juga harus menjelaskan fakta- fakta lain sejenis yang belum diselidiki.
C. Analogi
Contoh :
Demikian pula dengan manusia yang tidak berilmu dan tidak berperasaan, ia akan sombong dan garang. Oleh karena itu, kita sebagai manusia apabila diberi kepandaian dan kelebihan, bersikaplah seperti padi yang selalu merunduk.
D. Hubungan kausal
1. Sebab ke akibat
Jika kita belajar dengan sungguh- sungguh, maka kita dapat mencapai cita- cita yang kita inginkan.
2. Akibat ke sebab
Orang itu meninggal karena serangan jantung.
3. Akibat ke akibat
Akibat meletusnya gunung merapi : daerah magelang menuju jogja terhambat karena akibat banjir lahar dingin dan abu vulkanik sisa letusan merapi mengakibatkan semua tanaman menjadi mati.
E. Induksi dalam metode eksposisi
Contoh :
Masyarakat Yunani merupakan masyarakat yang sebenarnya merintis kesopanan manusia. Lama sudah terpendam dalam otaknya Archimedes, pemikir Yunani yang hidup 250 tahun sebelum Masehi, persoalan: apa sebab badan yang masuk barang yang cair itu, jadi enteng kekurangan berat? Ketika mandi, maka jawab persoalan tadi tiba-tiba tercantum di matanya dan kegiatan yang memasuki jiwanya menyebabkan dia lupa akan adat istiadat negara dan bangsanya.
F. Salah Nalar
a. Generalisasi terlalu luas
Contoh :
Daerah Pekalongan terkenal dengan kerajinan batiknya.
b. Analogi yang salah
Contoh :
Bapak Deden seorang dosen Universitas Indonesiayang dapat mengajar mahasiswanya dengan baik.Oleh sebab itu, bapak Aris seorang dosen Universitas Indonesia, tentu dapat mengajar mahasiswanya dengan baik.

Rabu, 09 Maret 2011

Kalimat Penalaran dan Kalimat Argumentasi

VITA WIDIYA/11208266

Menentukan Kalimat Penalaran dan Kalimat Argumentasi


Kalimat Penalaran

1. Menanggulangi Kemiskinan Desa

Kemiskinan terus menjadi masalah fenomenal sepanjang sejarah Indonesia sebagai nation state, sejarah sebuah negara yang salah memandang dan mengurus kemiskinan. Dalam negara yang salah urus, tidak ada persoalan yang lebih besar, selain persoalan kemiskinan. Kemiskinan telah membuat jutaan anak-anak tidak bisa mengenyam pendidikan yang berkualitas, kesulitan membiayai kesehatan, kurangnya tabungan dan tidak adanya investasi.

Yang menjadi kalimat penalaran adalah Kemiskinan telah membuat jutaan anak-anak tidak bisa mengenyam pendidikan yang berkualitas, kesulitan membiayai kesehatan, kurangnya tabungan dan tidak adanya investasi.

2. Pemberdayaan Masyarakat Mskin di Era Otonomi Daerah

Indonesia adalah sebuah negara yang penuh paradoks. Negara ini subur dan kekayaan alamnya melimpah, namun sebagian cukup besar rakyat tergolong miskin. Pada puncak krisis ekonomi tahun 1998-1999 penduduk miskin Indonesia mencapai sekitar 24% dari jumlah penduduk atau hampir 40 juta orang. Tahun 2002 angka tersebut sudah turun menjadi 18%, dan diharapkan menjadi 14% pada tahun 2004. Tetapi siapa yang dapat menjamin bahwa grafik jumlah penduduk miskin akan terus turun?

Yang menjadi kalimat penalaran adalah Pada puncak krisis ekonomi tahun 1998-1999 penduduk miskin Indonesia mencapai sekitar 24% dari jumlah penduduk atau hampir 40 juta orang.

3. LSM Sebagai Elite Desa Harus Membela Kaum Miskin

Aktivis-aktivis LSM rupanya justru sudah menjadi “Elit” desa baru, dan “elit” ini dalam pengertian negatif yaitu merupakan kelompok baru yang tidak menyatu dengan penduduk pedesaan yang miskin dan perlu dilindungi dan dibela, tetapi tanpa disadari, menjadi kelompok kepentingan baru, yang kepentingan-kepentingannya supaya berkelanjutan harus dilindungi. Upaya melindungi kepentingan-kepentingan elit baru ini dicapai melalui “hubungan baik” dengan elit baru pemimpin desa termasuk di dalamnya anggota BPD (Badan Perwakilan Desa).

Yang menjadi kalimat penalaran adalah Upaya melindungi kepentingan-kepentingan elit baru ini dicapai melalui “hubungan baik” dengan elit baru pemimpin desa termasuk di dalamnya anggota BPD (Badan Perwakilan Desa).

4. Krisis Moneter dan Kemiskinan di Sriharjo

Ketika Krisis Moneter (Krismon) 1998-1998 terjadi maka secara statistik jumlah penduduk Indonesia yang termiskinkan mengalami peningkatan. Tetapi yang perlu dicatat adalah bahwa ternyata dampak krismon di perdesaan tidaklah separah yang dirasakan di perkotaan Indonesia. Kenyataan di lapangan menunjukan bahwa penduduk desa miskin seperti dusun Mojohuto, desa Sriharjo, tidaklah begitu terpengaruh.

Yang menjadi kalimat penalaran adalah Ketika Krisis Moneter (Krismon) 1998-1998 terjadi maka secara statistik jumlah penduduk Indonesia yang termiskinkan mengalami peningkatan.

5. Profil Kehidupan Sukapjo

Lahan di Desa Sriharjo hampir separuhnya merupakan hamparan sawah dan ladang yang ditanami padi, sehingga mata pencaharian pokok penduduk desa ini adalah bertani dan buruh tani. Desa Sriharjo memiliki jumlah penduduk sebesar 9465 jiwa dengan proporsi laki-laki sebesar 4578 jiwa, dan wanita sebesar 4887 jiwa.

Yang menjadi kalimat penalaran adalah Lahan di Desa Sriharjo hampir separuhnya merupakan hamparan sawah dan ladang yang ditanami padi, sehingga mata pencaharian pokok penduduk desa ini adalah bertani dan buruh tani.


Kalimat Argumentasi

1. Menanggulangi Kemiskinan di Kota Cilegon

Jika PDRB per kapita Kota Cilegon tahun 2001 mencapai Rp 25,5 juta yang tumbuh rata-rata 13,5% per tahun selama 1999-2001, kiranya sukar dimengerti jika masih ada penduduk yang hidup miskin. Jika garis kemiskinan Kota Cilegon adalah kira-kira Rp 150.000 per bulan, maka PDRB per kapita Rp 2,13 per bulan jelas sekali lebih tinggi dibanding garis kemiskinan.

Yang menjadi kalimat argumentasi adalah Jika PDRB per kapita Kota Cilegon tahun 2001 mencapai Rp 25,5 juta yang tumbuh rata-rata 13,5% per tahun selama 1999-2001, kiranya sukar dimengerti jika masih ada penduduk yang hidup miskin.

2. Program Penaggulangan Kemiskinan Bersasaran di Provinsi DIY

Di tengah upaya untuk semakin menajamkan program penanggulangan kemiskinan di Indonesia perlu dicari metode evaluasi dan monitoring yang tepat agar kualitas pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan menjadi semakin baik di masa datang. Dengan indikator-indikator yang obyektif dan terukur para pengambil keputusan menjadi lebih mudah melakukan perbaikan-perbaikan dari berbagai segi agar program penanggulangan kemiskinan menjadi lebih berkelanjutan (sustainable) dan tidak bersifat charity.

Yang menjadi kalimat argumentasi adalah Di tengah upaya untuk semakin menajamkan program penanggulangan kemiskinan di Indonesia perlu dicari metode evaluasi dan monitoring yang tepat agar kualitas pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan menjadi semakin baik di masa datang.

3. Penanggulangan Kemiskinan di Indonesia

Sampai kira-kira 28 tahun lalu (1975) kemiskinan bukanlah topik bahasan seminar dan surat-surat kabar. Baik masyarakat maupun pemerintah “tabu” membahasnya. Pembangunan dianggap akan menghapuskan kemiskinan “dengan sendirinya”. Dan pakar ekonomi dengan analisis-analisisnya berdiri paling depan dalam barisan para pakar yang menganggap bahwa pertumbuhan ekonomi cukup mampu mengatasi segala masalah sosial ekonomi bangsa.

Yang menjadi kalimat argumentasi adalah Dan pakar ekonomi dengan analisis-analisisnya berdiri paling depan dalam barisan para pakar yang menganggap bahwa pertumbuhan ekonomi cukup mampu mengatasi segala masalah sosial ekonomi bangsa.

4. Ekonomi Rakyat dan Sistem Ekonomi Bukan Kebohongan

Mahasiswa tidak boleh sekedar menjadi penonton menyaksikan perdebatan para pakar ekonomi, bersikap pro atau kontra terhadap suatu pendapat tanpa memiliki alasan yang kuat. Mahasiswa harus mampu menentukan posisi dengan memperhatikan fenomena yang ada. Bukankah manusia diberi-Nya akal? Mahasiswa perlu terbiasa mengobservasi langsung sehingga tidak terjebak pada diskusi di kelas yang hanya didasarkan pada literatur yang ada. Mahasiswa diharapkan sadar untuk menggunakan cara berfikir empirik induktif.

Yang menjadi kalimat argumentasi adalah Mahasiswa tidak boleh sekedar menjadi penonton menyaksikan perdebatan para pakar ekonomi, bersikap pro atau kontra terhadap suatu pendapat tanpa memiliki alasan yang kuat

5. Kemiskinan dan Ekonomi Rakyat Yogyakarta

Propinsi DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) adalah propinsi terkecil di Jawa dengan penduduk hanya 3,1 juta jiwa (2000). Pada akhir dekade enam puluhan propinsi ini dikenal sebagai propinsi ”termiskin” No.3 dari bawah sesudah propinsi NTT dan NTB, karena 47% wilayahnya yaitu kabupaten Gunungkidul, merupakan wilayah tandus.

Yang menjadi kalimat argumentasi adalah Pada akhir dekade enam puluhan propinsi ini dikenal sebagai propinsi ”termiskin” No.3 dari bawah sesudah propinsi NTT dan NTB, karena 47% wilayahnya yaitu kabupaten Gunungkidul, merupakan wilayah tandus.


Contoh kalimat penalaran

1. Dusun itu dihuni 534 orng atau lebih tepatnya 1320 keluarga.
2. Didalam kritik diri yang membawa ke tekad damai anak bangsa di bumi Kalimantan, 2001 telah ditemukan 7 akar masalah yang diakui memerlukan penyelesaian secara konseptual dan menyeluruh.
3. Pembangunan ekonomi adaalah untuk kesejahteraan rakyat.
4. Pada kesempatan ini penulis menguraikan hasil pengamatan lapangan secaralangsung terhadap seorang penduduk di dusun Pakel Jaluk dalam mempertahankan kehidupannya pada saat krisisdan sesudahnya,
5. Negara ini subur dan kekayaan alamnya melimpah, namun sebagian rakyat cukup besar miskin.

Contoh kalimat argumentasi

1. Bagi Rostow pembangunan ekonomi akan sustainable bila kemajuan jasa dan industri dan jasa didukung maju pertanian.
2. Ekonomi Indonesia tidak mungkin pulih dari krisis jika pemerintah dan masyarakat tidak berusaha keras menginvestasi atau meningkatkan kembali nilai investasi yang merosot terus sejak krisis 1997.
3. Banyak orang berpendapat bahwa sejak krismon 1997 Indonesia telah menjadi korban arus besar “globalisasi”.
4. Mereka yang miskin adalah mereka yang tidak punya mata pencaharian dan tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar mereka yang layak.
5. Mahasiswa diharapkan sadar untuk menggunakan cara berpikir empiric induktif.

Rabu, 22 Desember 2010

Teori- Teori Kepribadian

Vita Widiya/ 11208266/ 3EA03

Manusia adalah mahluk sosial. Bahwa manusia merupakan suatu keseluruhan yang tidak dapat terbagi-bagi, tampaknya sudah jelas bagi kita. Hal ini merupakan arti pertama dari ucapan "manusia adalah mahluk individual ". Mahluk individual berarti mahluk yang tidak dapat dibagi-bagi (in-dividere).Masing- masing manusia mempunyai kepribadian yang berbeda- beda.

Kepribadian adalah seperangkat karakteristik dan kecenderungan yang stabil, yang menentukan keumuman dan perbedaan tingkah laku psikologik (berpikir, merasa, dan gerakan) dari seseorang dalam waktu yang panjang dan tidak dapat dipahami secara sederhana sebagai hasil dari tekanan sosial dan tekanan biologic saat itu (Mandy atau Burt).

Ada beberapa kata atau istilah yang oleh masyarakat diperlakukan sebagai sinonim kata personality, namun ketika istilah-istilah itu dipakai di dalam teori kepribadian diberi makna berbeda-beda. Istilah yang berdekatan maknanya antara lain:

1. Personality (kepribadian); penggambaran perilaku secara deskriptif tanpa memberi nilai (devaluative)

2. Character (karakter); penggambaran tingkah laku dengan menonjolkan nilai (benar-salah, baik-buruk) baik secara ekspilit maupun implisit.

3. Disposition (watak); karakter yang telah dimiliki dan sampai sekarang belum berubah.

4. Temperament (temperament); kepribadian yang berkaitan erat dengan determinan biologic atau fisiologik, disposisi hereditas.

5. Traits (sifat); respons yang senada (sama) terhadap kelompok stimuli yang mirip, berlangsung dalam kurun waktu yang (relatif) lama.

6. Type-Attribute (ciri): mirip dengan sifat, namun dalam kelompok stimulasi yang lebih terbatas.

7.Habit (kebiasaan): respon yang sama cenderung berulang untuk stimulus yang sama pula.

Kepribadian dapat dipahami dengan mempertimbangkan tingkah laku dalam hubungannya yang terus menerus dengan lingkungannya. Cara yang paling efektif untuk mengubah dawn mengontrol tingkah laku adalah dengan melakukan penguatan (reinforment), suatu strategi kegiatan yang membuat tingkah laku tertentu berpeluang untuk terjadi atau sebaliknya (berpeluang tidak terjadi) pada masa yang akan datang. Konsep dasarnya sangat sederhana yakni semua tingkah laku dapat dikontrol.

Sumber :

 Alwisol. Psikologi Kepribadian. Malang :UUM Press, 2007
 Walgito Bimo. Dr. Prof. Pengantar Psikologi Umum. Jogjakarta : ANDI, 2003
 Sobur Alex, M. Si. Drs. Psikologi Umum. Bandung : Pustaka Setia, 2003

Kepribadian Nilai Dan Gaya Hidup

Vita Widiya / 11208266 /3EA03

Kepribadian memiliki pengertian yang luas, kepribadian bukan hanya mencakup sifat-sifat yang positif, sifat-sifat yang menarik ataupun segala sesuatu yang nampak secara lahiriah, ettapi juga meliputi dinamika individu tersebut. Kepribadian adalah organisasi yang dinamis dari sistem psikofisis individu yang menentukan penyesuaian dirinya terhadap lingkungannya secara unik.Kepribadian bisa dijelaskan dengan menggunakan ciri-ciri seperti kepercayaan diri, dominasi, otonomi, ketaatan, kemampuan bersosialisasi, daya tahan dan kemampuan beradaptasi.

Dalam batasan kepribadian yang dikemukakan di atas ada 4 hal yang perlu diuraikan yakni :
1. dinamis, berarti kepribadian selalu berubah. Perubahan ini digerakkan oleh tenaga-tenaga dari dalam diri individu yang ebrsangkutan, akan tetapi perubahan tersebut tetap berada dalam batas-batas bentuk polanya.

2. organisasi system, ini mengandung pengertian bahwa kepribadian itu merupakan suatu keseluruhan yang bulat.

3. psikofisis, ini berarti tidak hanya bersifat fisik dan juga tidak hanya bersifat psikis tetapi merupakan gabungan dari kedua sifat tersebut.

4. unik, berarti kepribadian antara individu yang satu dengan yang lain tidak ada yang sama.

Kepribadian memiliki banyak segi dan salah satunya adalah self atau diri pribadi atau citra pribadi. Mungkin saja konsep diri actual individu tersebut (bagaimana dia memandang dirinya) berbeda dengan konsep diri idealnya (bagaimana ia ingin memandang dirinya) dan konsep diri orang lain (bagaimana dia mengganggap orang lain memandang dirinya). Keputusan membeli dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur dan tahap daur hidup, pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidup serta kepribadian dan konsep diri pembeli.

Dimensi kepribadian :
1. ekstraversi
suatu dimensi kepribadian yang mencirikan seseorang yang senang bergaul dan banyak bicara dan tegas.

2. sifat menyenangkan
suatu dimensi kepribadian yang mencirikan seseorang yang baik hati, kooperatif dan mempercayai.

3. sifat mendengarkan kata hati
suatu dimensi kepribadian yang mencirikan seseorang yang bertanggung jawab, dapat diandalkan, tekun dan berorientasi prestasi

4. kemantapan emosional
suatu dimensi kepribadian yang mencirikan seseorang yang tenang, bergairah,terjamin (positif), lawan tegang, gelisah,murung dan tak kokoh (negative).

5. keterbukaan terhadap pengalaman
suatu dimensi kepribadian yang emncirikan seseorang yang imajinatif, secara artistic peka dan intelektual.

Dalam teori-teori kepribadian, kepribadian terdiri dari antara lain TRAIT dan TIPE (type). Trait sendiri dijelaskan sebagai konstruk teoritis yang menggambarkan unit/dimensi dasar dari kepribadian. Trait menggambarkan konsistensi respon individu dalam situasi yang berbeda-beda. Sedangkan tipe adalah pengelompokan bermacam-macam trait. Dibandingkan dengan konsep trait, tipe memiliki tingkat regularity dan generality yang lebih besar daripada trait.
Trait merupakan disposisi untuk berperilaku dalam cara tertentu, seperti yang tercermin dalam perilaku seseorang pada berbagai situasi.
Teori trait merupakan teori kepribadian yang didasari oleh beberapa asumsi, yaitu:

A.Trait merupakan pola konsisten dari pikiran, perasaan, atau tindakan yang membedakan seseorang dari yang lain, sehingga:
a.  Trait relatif stabil dari waktu ke waktu
b.  Trait konsisten dari situasi ke situasi

B.Trait merupakan kecenderungan dasar yang menetap selama kehidupan, namun karakteristik tingkah laku dapat berubah karena:
a.  ada proses adaptif
b.  adanya perbedaan kekuatan, dankombinasi dari trait yang ada.

Gaya hidup didefinisikan sebagai cara hidup yang diidentifikasikan oleh bagaimana orang menghabiskan waktu (aktivitas), apa yang mereka anggap penting dalam lingkungannya (ketertarikan), dan apa yang mereka pikirkan tentang diri mereka sendiri dan juga dunia di sekitarnya (pendapat) .
Gaya hidup hanyalah salah satu cara mengelompokkan konsumen secara psikografis. Gaya hidup pada prinsipnya adalah bagaimana seseorang menghabiskan waktu dan uangnya. Ada orang yang senang mencari hiburan bersama kawan-kawannya, ada yang senang menyendiri, ada yang bepergian bersama keluarga, berbelanja, melakukan kativitas yang dinamis, dan ada pula yang memiliki dan waktu luang dan uang berlebih untuk kegiatan sosial-keagamaan. Gaya hidup dapat mempengaruhi perilaku seseorang, dan akhirnya menentukan pilihan-pilihan konsumsi seseorang
.
Manfaat jika memahami gaya hidup konsumen :
1. pemasar dapat menggunakan gaya hidup konsumen untuk melakukan segmentasi pasar sasaran.

2. pemahaman gaya hidup konsumen juga akan membantu dalam memposisikan produk di pasar dengan menggunakan iklan.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa, kepribadian dan gaya hidup merupakan satu Kesatuan yang tidak dapat di pisahkan. Dimana dalam Gaya Hidup seseorang terdapat kepribadian yang bermacam-macam bentuknya yang tanpa kita sadari, 2 hal tersebut memang saling berkaitan.

Sumber :
1.Alwisol. Psikologi Kepribadian. Malang :UUM Press, 2007
2.Walgito Bimo. Dr. Prof. Pengantar Psikologi Umum. Jogjakarta : ANDI, 2003
3.Sobur Alex, M. Si. Drs. Psikologi Umum. Bandung : Pustaka Setia, 2003

Strategi Dalam Targeting

Vita widiya/ 11208266/ 3EA03

Strategi membawa kepada isu penting tentang bagaimana cara mencapai target hasil sesuai dengan situasi organisasi dan prospeknya. Tujuan adalah hasil akhirnya dan strategi adalah alat untuk mencapainya.

Marketing strategy menurut Armstrong dan Kotler (2000:37), yaitu “The marketing logic by which the business unit hopes to achieve its marketing objective”.
Menurut Guiltinan dan Paul (1992), definisi strategi pemasaran adalah pernyataan pokok
tentang dampak yang diharapkan akan dicapai dalam hal permintaan pada target pasar yang ditentukan.
Menurut Solomon dan Elnora (2003:232), Target market ialah ”Group that a firm selects to turn into customers as a result of segmentation and targeting”.
Setelah pasar dibagi-bagi dalam segmen-segmen, maka perusahaan harus memutuskan suatu strategi target market.

Perusahaan dapat memilih dari empat strategi peliputan pasar yaitu :

1. Undifferentiated targeting strategy
Strategi ini menganggap suatu pasar sebagai satu pasar besar dengan kebutuhan yang serupa, sehingga hanya ada satu bauran pemasaran yang digunakan untuk melayani semua pasar.
Perusahaan mengandalkan produksi, distribusi, dan periklanan massa guna menciptakan citra superior di mata sebagian besar konsumen.

2. Differentiated targeting strategy
Perusahaan menghasilkan beberapa produk yang memiliki karakteritik yang berbeda. Konsumen membutuhkan variasi dan perubahan sehingga perusahaan berusaha untuk menawarkan berbagai macam produk yang bisa memenuhi variasi kebutuhan tersebut.

3. Concentrated targeting strategy
Perusahaan lebih memfokuskan menawarkan beberapa produk pada satu segmen yang dianggap paling potensial.

4. Custom targeting strategy
Strategi ini lebih mengarah kepada pendekatan terhadap konsumen secara individual.

Langkah dalam mengembangkan targeting yaitu:
1. Mengevaluasi daya tarik masing-masing segmen dengan menggunakan variable-variabel yang dapat mengkuantifikasi kemungkinan permintaan dari setiap segmen, biaya melayani setiap segmen, dan kesesuaian antara kompetensi inti perusahaan dan peluang pasar sasaran.

2. Memilih satu atau lebih segmen sasaran yang ingin dilayani berdasarkan potensi laba segmen tersebut dan kesesuaiannya dengan strategi korporat perusahaan.

Dalam hal ini terdapat sejumlah faktor yang perlu diperhatikan ketika kita melakukan proses penyusunan strategi perusahaan. Faktor-faktor itu adalah sbb:

a) Pertimbangan Regulasi dan Kebijakan Pemerintah
Semua organisasi beroperasi dalam kelompok masyarakat yang lebih luas. Apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan dalam kebijakan strategi perusahaan selalu dibatasi oleh regulasi, kebijakan dan peraturan pemerintah.
Kondisi Persaingan dan Daya Tarik Industri Secara Keseluruhan
Kondisi persaingan dan dan daya tarik industri secara keseluruban merupakan faktor penentu strategi yang besar. Strategi perusahaan harus disesuaikan dengan sifat dan kombinasi faktor-faktor kompetisi – harga, kualitas produk, fitur kinerja, layanan, garansi, dan lain-lain. Apabila kondisi persaingan meningkat secara signifikan, maka perusahaan harus meresponnya dengan tindakan strategis untuk melindungi posisinya.

b) Peluang Pasar dan Ancaman Eksternal Perusahaan
Peluang bisnis dan perkembangan eksternal memberikan merupakan pengaruh dalam proses penyusunan strategi. Strategi perusahaan harus dengan sengaja diarahkan untuk menangkap peluang pertumbuhan yang terbaik. Strategi juga harus memberikan respon terhadap ancaman eksternal demi stabilitas kinerja perusahaan di masa datang.

c) Kekuatan Sumber Daya Perusahaan, Kompetensi, dan Kemampuan Kompetitif
Salah satu pertimbangan internal penentu strategi yang terpenting adalah apakah perusahaan memiliki sumber daya, kompetensi dan kemampuan yang dibutuhkan untuk melaksanakan strategi dengan optimal. Faktor-faktor inilah yang memungkinkan perusahaan untuk memperbesar penguasaan pasar, mendukung daya kompetitif perusahaan dalam arena pasar, dan menjadi dasar strategi perusahaan.

d) Ambisi Pribadi, Filsafat Perusahaan, dan Kepercayaan Etis Manajer
Pilihan strategi biasanya juga dipengaruhi oleh ambisi dan visi pendiri/pemilik perusahaan. Setiap business owner memiliki pandangan yang berbeda-beda mengenai bagaimana cara bersaing, bagaimana memposisikan perusahaan, serta image apa yang ingin dibentuk.

e) Pengaruh Shared Values dan Company Culture dalam Strategi
Kultur perusahaan juga memiliki kemungkinan yang besar dalam menentukan tindakan strategis perusahaan, terkadang bahkan mendominasi pilihan langkah strategis. Nilai, budaya kerja dan keyakinan tertentu dapat terpatri dalam pemikiran dan tindakan top manajemen. Hal ini pada giliran berikutnya akan ikut mempengaruhi pilihan strategi yang akan dirumuskan.

f) Menguji Strategi Bisnis Terbaik
Kriteria apa yang digunakan untuk memilih strategi terbaik? Apa standar yang dapat digunakan untuk menentukan apakah strategi berhasil atau tidak?
Tiga pengujian dapat digunakan untuk mengevaluasi pilihan strategi terbaik, yakni :

1. Goodness of Fit Test— Strategi yang baik harus benar-benar cocok terhadap kondisi industri dan kompetisi, peluang dan ancaman pasar, dan aspek lain dari lingkungan eksternal perusahaan. Pada sisi lain, ia juga harus selaras dengan kekuatan dan kelemahan sumber daya, kompetensi, dan kemampuan kompetitif perusahaan .

2. Competitive Advantage Test— Strategi yang baik harus mampu meningkatkan daya saing perusahaan.

3. Performance Test— Strategi yang baik harus mampu meningkatkan kinerja perusahaan. Dua jenis peningkatan kinerja yang paling sering dikatakan mengenai kemampuan strategi adalah : meningkatkan profitabilitas serta meningkatkan kekuatan kompetitif perusahaan dan posisi pasar dalam jangka panjang.

Proses perumusan strategi dan pelaksanaannya berisi lima tahapan kunci yang saling berhubungan, yaitu :
1. Membentuk visi strategis mengenai ke mana organisasi akan bergerak
2. Menetapkan tujuan — mengubah pandangan strategis menjadi hasil kinerja spesifik yang harus dicapai perusahaan.
3. Merumuskan pilihan strategi untuk mencapai hasil yang diinginkan.
4. Melaksanakan dan mengeksekusi strategi yang dipilih secara efisien dan efektif.
5. Mengevaluasi efektivitas strategi dan dampaknya terhadap kinerja bisnis

g) Mengembangkan Strategic Vision
Strategic business vision merefleksikan aspirasi manajemen mengenai arah masa depan organisasinya; dan juga memberikan gambaran secara rinci mengenai ”ke mana kami akan pergi”. Visi ini menerangkan tujuan perusahaan jangka panjang dan membentuk identitas organisasi. Strategic vision menunjukkan arah organisasi ke arah tertentu dan grafik jalur strategis yang harus diikuti organisasi.

h) Menetapkan Tujuan Strategis
Maksud dari menetapkan tujuan adalah untuk mengkonversi pernyataan visi dan misi managerial menjadi target kinerja spesifik – hasil dan keluaran yang ingin dicapai organisasi. Menetapkan tujuan dan kemudian mengukur apakah mereka telah mencapainya atau belum dapat membantu manajer untuk mengikuti perkembangan organisasi.

i) Menetapkan sasaran atau tujuan kinerja diperlukan dari seluruh manajer. Setiap unit dalam perusahaan memerlukan target yang konkret dan kinerja yang dapat diukur dan berkontribusi terhadap pencapaian tujuan perusahaan. Disini tujuan perusahaan yang luas diperinci menjadi target-target khusus untuk setiap unit organisasi dan manajer di level yang lebih rendah memegang tanggung jawab untuk mencapainya. Dengan demikian diharapkan, iklim yang berorientasi hasil (result oriented culture) akan terbentuk di seluruh perusahaan.

j) Merumuskan Strategi Bisnis
Strategi perusahaan merepresentasikan jawaban manajemen terhadap sejumlah pertanyaan bisnis seperti: a) apakah akan berkonsentrasi dalam satu bisnis atau membangun kelompok bisnis yang beraneka ragam, b) apakah ingin menjangkau konsumen yang lebih luas atau fokus pada pasar yang sempit, c) apakah mengembangkan jalur produk yang luas atau yang lebih spesifik, atau d) apakah mengejar keuntungan kompetitif berdasarkan pada rendahnya biaya atau superioritas produk atau kemampuan organisasi yang unik.
Strategi membawa kepada isu penting tentang bagaimana cara mencapai target hasil sesuai dengan situasi organisasi dan prospeknya. Tujuan adalah ”hasil akhirnya” dan strategi adalah ”alat” untuk mencapainya.

k) Eksekusi Strategi
Visi dan strategi tak akan ada artinya apa-apa tanpa bisa di-eksekusi secara tuntas dan optimal. Untuk membantu agar strategi dapat diimplementasikan dengan baik, dibutuhkan sejumlah hal, antara lain : pada semua level muncul kepemimpinan yang kuat dan berorientasi pada tindakan (action oriented leadership), kapabilitas organisasi yang adaptif, dan juga keterkaitan antara strategi dan kebijakan remunerasi para karyawan. Selain itu, keberhasilan pelaksanaan strategi juga akan ditopang oleh dukungan sistem IT yang kuat dan juga adanya keterkaitan alokasi anggaran dengan strategi.

l) Evaluasi Strategi Bisnis
Proses pelaksaaan strategi harus dievaluasi secara reguler. Dalam fase evaluasi ini dapat dilihat aakah segalanya sudah berjalan dengan baik, dan elemen apa saja yang masih belum sempurna pelaksanaannya dan meleset dari target yang telah ditetapkan. Terhadap elemen ini perlu segera dilakukan tindakan korektif (coorective action and responses) agar arah dan pelaksanaan strategi dapat berjalan sesuai dengan rencana.

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Strategi Dalam Targeting
Markin, Rom, Marketing, Strategy and Management, John Wiley, 1982

Fungsi Sikap Dan Pengaruh Terhadap Konsumen

Vita widiya /11208266 /3EA03

Pada era globalisasi seperti sekarang ini dan perkembangan teknologi yang semakin pesat sangat mempengaruhi minat para konsumen untuk membeli produk yang beredar di pasaran. Oleh karena itu, para produsen saling berlomba untuk meningkatkan mutu dan daya jual prodak mereka masing – masing. Sikap para konsumen serta motivasi para konsmen untuk membeli sangat di perhatikan sekali oleh para produsen

Ada beberapa macam pengertian sikap yang di sampaikan oleh para ahli. Kesumuanya mempunyai kesamaan yang Intinya sikap adalah perasaan dari konsumen dari suatu objek setelah dia mengevaluasi objek tersebut. Semakin banyak objek yang dievaluasi akan semakin banyak sikap yang terbentuk. Sikap memiliki beberapa fungsi, yaitu fungsi penyesuaian, ego defensive, ekspresi nilai, dan pengetahuan.

Model dan Teori Sikap
Perkembangan teori tentang sikap sudah sangat maju. Sikap juga dapat digambarkan dalam bentuk model. Model tradisional menggambarkan pengaruh informasi dari lingkungan luar pribadi seseorang, di mana informasi tersebut akan diolah dengan menggunakan elemen internal dari seseorang, untuk menghasilkan sikap terhadap objek.
Model analisis konsumen menyebutkan bahwa sikap terdiri dari komponen perasaan (affect) dan kognitif, perilaku, serta lingkungan. Model tiga komponen dan model ABC menyatakan bahwa sikap konsumen dibentuk oleh faktor kognitif, afektif, dan konatif (perilaku atau kecenderungan untuk berperilaku). Teori kongruitas menggambarkan pengaruh antara dua jenis objek, di mana kekuatan satu sama lain dapat saling mempengaruhi persepsi konsumen.
Dan model terakhir adalah model Fishbein yang merupakan kombinasi dari kepercayaan objek terkait dengan atribut dan intensitas dari kepercayaan tersebut. Model Fishbein ini kemudian dimodifikasi dengan menambahkan bahwa perilaku dipengaruhi oleh sikap terhadap perilaku dan norma subjektif.

 Fungsi Sikap
Daniel Katz membagi fungsi sika dalam empat kategori sebagai berikut:

Fungsi Utilitarian
Melalui instrument suka dan tidak suka, sikap positif atau kepuasan dan menolak produk yang memberikan hasil positif atau kepuasan. Jadi, jika seseorang membutuhkan zat penghilang noda pada baju, lalu dia mendapatkan produk dengan merek C, dan setelah di konsumsikan ternyata zat dengan merek C itu dapat benar – benar menghilangkan noda, maka dia akan membentuk sikap positif terhadap merk C tersebut.

Fungsi Ego Defensive
Orang cenderung mengembangkan sikap tertentu untuk melindungi egonya dari abrasi psikologis. Abrasi psikologis bisa timbul dari lingkungan yang kecanduan kerja. Untuk melarikan diri dari lingkungan yang tidak menyenangkan ini, orang tersebut mebuat rasionalisasi (dengan demikian menghindar dari anxiety dan citra yang negative) dengan mengembangkan sikap positif terhadap gaya hidup yang santai.

Fungsi value expensive
( Mengekpresikan nilai – nilai yang di anut ) fungsi itu memungkinkan konsumen untuk mengekpresikan secara jelas citra dirinya dan juga nilai – nilai inti yang di anutnya. Misalnya : Mobil BMW mendukung mengekspresikan dirinya sebagai eksekutif yang sukses.

Fungsi Knowledge –organization
Karena terbatasnya kapasitas otak manusia dalam memproses informasi, maka orang cenderung untuk bergantung pada pengetahuan yang di dapat dari pengalaman dan informasi dari lingkungan.

Attitude Toward Object Model
Menggambarkan sikap terhadap object. Jadi bisa saja seseorang mengatakan dia suka coca-cola, yang berarti dia memiliki sikap positif terhadap coca-cola.

Attitude Toward Behaviour Model
Menggambarkan sikap terhadap prilaku, misalnya orang yang akan mebeli pesawat televise yakni bahawa jika dia membeli pesawat televisi , keluarganya akan lebih bahagia.

Theory of Reasoned Action Model
Model yang menguraikan teori tindakan yang nalar. Maksud prilaku di dasari oleh gabungan dari attitude toward behavior, keyakinan social dan normative tentang apakah perilaku pantas atau tidak pantas, dan motivasi untuk berprilaku sesuai dengan keyakinan normatif.

Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen
Terdapat 5 faktor internal yang relevan terhadap proses pembuatan keputusan pembelian:

1.Motivasi (motivation) merupakan suatu dorongan yang ada dalam diri manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
2.Persepsi (perception) merupakan hasil pemaknaan seseorang terhadap stimulus atau kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap rangsangan tersebut.
3.Pembentukan sikap (attitude formation) merupakan penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap suka/tidak suka seseorang akan suatu hal.
4.Integrasi (integration) merupakan kesatuan antara sikap dan tindakan. Integrasi merupakan respon atas sikap yang diambil. Perasaan suka akan mendorong seseorang untuk membeli dan perasaan tidak suka akan membulatkan tekad seseorang untuk tidak membeli produk tersebut.

Sumber :
1.Duncan, Tom. 2005. Principles of Advertising & IMC, Second Edition. McGraw-Hill, Inc. Bab 5
2. Kincaid, Judith. 2003. Customer Relationship Management: Getting it Right. Prentice-Hall, Inc. Page 298.

Jumat, 05 November 2010

Riset Pemasaran

Riset Pemasaran
Vita Widiya / 11208266 / 3EA03


Konsep inti pemasaran sesungguhnya adalah identifikasi kebutuhan konsumen, yang selanjutnya dibuat dan dikembangkan sebuah produk/jasa layanan kemudian dipertemukan dengan kebutuhan konsumen secara tepat. Proses ini tentunya berlangsung terus-menerus, karena pasar dan konsumen itu terus beruabah dan berkembang. Hal inilah yang mendasari pentingnya keberadaan bagian Research and Development. Bagaimana bagian Research and Development mengetahui kebutuhan konsumen secara tepat, tentunya diperlukan perangkat analisa ilmiah, yang dapat dipertanggungjawabkan baik secara tahapan, metodologi, perolehan data, dan hasilnya secara ilmiah pula. Salah satu bidang ilmu terapan yang mengkombinasikan ilmu pemasaran dengan metodologi penelitian ini adalah riset pemasaran.
Riset pemasaran bukan monopoli para pelaku pasar saja, saat ini kebutuhan riset pemasaran pun merambah ke organisasi non profit juga bahkan partai politik. Seperti dalam Pilkada, beberapa calon pemimpin daerah dan partai politik merengkuh kemenangan melalui informasi pasar. Sehingga personal branding yang dibangun, tema yang diangkat, dan pendekatan kampanye yang dilakukan tepat guna. Dalam hal ini bukan hanya produk baru yang harus anda riset. Menentukan harga yang pas, memilih kemana produk anda akan dipajang, media periklanan yang relevan, hingga warna kemasan produk-pun perlu diriset. Jadi, jangan heran apabila proses meluncurkan sebuah produk baru bisa memakan waktu yang sangat lama.
Untuk menyediakan informasi yang dapat diandalkan, riset pemasaran menggunakan metode yang sistematik dan obyektif. Sistematik dan obyektif mengandung arti bahwa riset pemasaran menggunakan beberapa tahap yang merupakan kesatuan logis sehingga hasilnya dapat diterima atau dipahami semua pihak. Penggunaan beberapa tahap dalam riset pemasaran ini diperlukan untuk menjamin agar informasi yang dihasilkan benar-benar valid. Namun demikian perlu dipahami bahwa tahap-tahap dalam riset pemasaran tidak bersifat baku sehingga tahapan di sini dimaksudkan sebagai kerangka yang memudahkan dan menjamin hasil riset sesuai dengan yang diharapkan.

Riset pemasaran terdiri dari 10 tahap yaitu:
a) Menetapkan masalah riset
Beberapa hal yang perlu dilakukan oleh periset dalam menetapkan masalah riset adalah:
1) Memperoleh pandangan klien mengenai masalah yang sebenarnya terjadi.
2) Mempertimbangkan sumber dan jenis informasi yang sebenarnya dibutuhkan oleh klien.
3) Mengkombinasikan masukan informasi dari pihak klien dengan periset.
b) Penentuan desain riset
Desain riset akan menggambarkan perencanaan yang akan dilakukan dalam riset dan mengacu pada masalah yang telah ditetapkan sebelumnya.
Pada tahap inilah periset perlu merinci dengan detil prosedur yang diperlukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk menjawab masalah riset dan menyediakan informasi yang dibutuhkan bagi pengambilan keputusan.
Terdapat tiga jenis desain riset, yaitu:
1) Eksploratori tujuan utama riset adalah untuk memperoleh pandangan yang mendalam dan menyeluruh mengenai masalah yang sebenarnya dihadapi perusahaan. Jadi informasi yang dicari sekedar untuk mengetahui permasalahan dasar.
2) Deskriptif tujuan utama riset adalah untuk menggambarkan sesuatu.
3) Kausal tujuan utama riset adalah untuk membuktikan hubungan sebab akibat atau hubungan mempengaruhi dan dipengaruhi dari variabel-variabel yang diteliti.
c) Metode pengumpulan data (primer atau sekunder)
• Data primer adalah data asli yang dikumpulkan langsung oleh periset untukmenjawab masalah risetnya secara khusus.
Cara mengumpulkan data primer adalah dengan:
1) Wawancara
2) Focus group discussion
3) Teknik proyeksi
4) Survei
5) Observasi
6) Eksperimen
• Data sekunder adalah data yang telah dikumpulkan oleh pihak lain, bukan oleh periset sendiri. Artinya, periset sekedar mencatat, mengakses, atau meminta data tersebut (kadang sudah berbentuk informasi) ke pihak lain yang telah mengumpulkannya di lapangan.
d) Penentuan desain pertanyaan, skala dan alat analisis
Pada tahap ini periset perlu melakukan tiga aktivitas sebagai berikut:
1) Merancang pertanyaan atau kuesioner yang akan ditanyakan kepada pihak yang disurvey. Pertanyaan dalam kuesioner dapat bersifat terbuka ataupun tertutup.
2) Merancang skala penilaian hasil kuesioner.
3) Merancang alat analisis yang akan digunakan dalam menilai kuesioner.
e) Menentukan metode pengambilan sampel dari populasi yang diteliti
f) Penulisan dan penyampaian proposal riset.
Pada tahap ini periset menyiapkan dokumentasi yang berisi :
1) Ringkasan eksekutif yang menyampaikan poin utama yang akan dijalankan dalam riset.
2) Latar belakang masalah.
3) Penentuan masalah dan tujuan riset.
4) Pendekatan terhadap permasalahan dengan menampilkan literatur, teori atau pendekatan yang akan digunakan sebagai rujukan riset.
5) Desain riset yang mencakup jenis data yang akan dikumpulkan dan metode yang digunakan untuk mengumpulkan data.
6) Analisis data dengan menguraikan cara menginterpretasikan data yang akan dianalisa.
7) Pelaporan yang akan dihasilkan dari riset tersebut.
8) Waktu dan biaya riset.
9) Lampiran-lampiran yang diperlukan dalam riset, misalnya: format kuesioner.
g) Pengumpulan data.
h) Pengeditan, pengkodean, dan penginputan data.
i) Analisis dan penginterpretasian hasil riset.
j) Penulisan dan penyampaian laporan akhir.
Jadi, sebelum anda membuat dan meluncurkan produk, gunakanlah metode riset pasar agar tidak mengalami kegagalan. Setelah anda telah mendapatkan kesimpulan hasil riset tersebut, tes dan ukur dulu dalam skala kecil. Tujuannya agar anda tahu bahwa produk benar-benar siap dilempar ke pasar. Hal yang tidak kalah penting, pantau terus perkembangan pasar agar anda tidak terlambat mengantisipasi perubahan.

Sumber :
 http://id.wikipedia.org/wiki/Riset Pemasaran
 Tull,Donald & Hawkins,Del,Marketing Research,Measurement and Method,McMillan Publishing Co., 1984

Mensegmen Pasar Bisnis

Mensegmen Pasar Bisnis
Vita Widiya /11208266/ 3EA03


Pada umumnya, pasar mempunyai karakter dan perilaku tertentu. Sebaliknya pemasar mampu melihat perbedaan- perbedaan karakter maupun perilaku pasar yang ada. Perilaku pasar pada kenyataanya lebih bersifat heterogen. Keragaman peilaku pasar akan memerlukan barang- barang dan usaha- usaha memperoleh barang yang juga beragam. Pemasar merasa perlu mengelompokan pasar yang heterogen tersebut kedalam bagian- bagian pasar yang mempunyai perilaku lebih seragam.

Produk dapat dirancang sesuai dengan segmentasi pasarasing segmen pasar yang berbeda. Dengan karakter dan perilaku yang lebih homogen, masing- masing segmen pasar dapat dipenuhi kebutuhannya lebih baik. Dengan kata lain, masing- masing kelompok pasar dipenuhi oleh produk dan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhannya. Perusahaanpun akan lebih kompeten dalam melayani kebutuhan masing- masing segmen pasar atau hanya beberapa kelompok pasar saja yang jelas perbedaannya. Proses pembagian pasar ini dikenal sebagai segmentasi pasar (Market Segmentation).

Segmentasi pasar adalah proses membagi- membagi pasar yang semula berperilaku heterogen menjadi beberapa kelompok pasar yang sekarang lebih berperilaku seragam. Atau proses mengelompokan bagian- bagian pasar yang berperilaku sama dari keseluruhan perilaku pasar yang seragam. Secara umum, tujuan segmentasi pasar adalah untuk memperoleh bagian pasar yang mempunyai karakter dan perilaku yang lebih seragam.

Basis segmentasi pasar terdiri dari :
a) Basis segmentasi pasar konsumen
Basis segmentasi (pembagian) pasar bagi produk perusahaan satu dengan yang lain belum tentu sama. Basis segmentasi pasar untuk konsumen yang paling umum dapat digunakan adalah aspek geografis, aspek demografis, psikografis, dan perilaku.
b) Basis segmentasi pasar industrial
Basis pasar untuk industrial adalah aspek geografis, demografis, karakteristik operasional, pendekatan pembelian, faktor situasinal, dan karakteristik- karakteristik personal.

Dalam segmentasi mempunyai beberapa langkah yaitu identifikasi basis segmentsi pasar, mengumpulkan informasi pasar, mengembangkan komposisi profil segmen, penetapan konsekuensi pemasaran, estimasi masing- masing potensi segmen pasar, analisis peluang bisnis, dan penetapan penguasaan pasar.

Segmentasi pasar diperlukan karena :
1. Perusahaan dapat lebih baik memahami perilaku segmen- segmen yang lebih homogen sehingga dapat lebih baik dalam melayani kebutuhan- kebutuhan mereka.
2. Apabila pasar terlalu luas dan perilaku sangat beragam, perusahaan dapat memilih satu atau beberapa segmen pasar saja. Sehingga kapasitas pasar dapat lebih sesuai dengan luas segmen- segmen pasar yang terbentuk.

Segmentasi pasar bukanlah pekerjaan yang mudah. Apabila segmen- segmen pasar yang terbentuk masing- masing atau sebagian besar tida memberikan keuntungan dari perbedaan tersebut, maka usaha ini tidak bermanfaat. Artinya hanyalah segmen- segmen yang meberikan peluang untuk keuntungan rancangan tersebut bermanfaat. Selain itu, kriteria dasar pembagian pasar perlu dinyatakan secara jelas dan nyata sehingga perbedaannya pun lebih jelas.



Sumber :
 http://id.wikipedia.org/wiki/Segmentasi Pasar
 Markin, Rom, Marketing, Strategy and Management, John Wiley, 1982

Memposisikan Produk

Memposisikan Produk
Vita Wiidiya / 11208266/3EA03


Memposisikan produk sangat berhubungan dengan segmentasi pasar karena penempatan produk tersebut ditujukan melayani target market tertentu. Oleh karena itu, pengertian strategi product positioning sebagai suatu strategi yang digunakan untuk menanamkan suatu citra produk di benak konsumen sehingga produk tersebut terlihat menonjol dibandingkan dengan produk pesaing. Fokus utamanya adalah bagaimana caranya sehingga konsumen mempunyai persepsi yang sama dengan yang diharapkan produsen tentang produk yang ditawarkan.Sehingga dengan demikian, konsumen segmen memahami dan menghargai apa yang dilakukan perusahaan dalam kaitannya dengan para pesaingnya. Bagi perusahaan tindakan untuk meneliti atau mengindentifikasi posisi pesaing dan memutuskan untuk mengambil posisi setaraf dengan posisi pesaing atau mencari kesempatan dalam pasar. Jika posisi perusahaan itu sendiri dekat dengan pesaing lainnya, perusahaan itu harus menyeleksi dan kemudian mencari perbedaan lebih lanjut melalui perbedaan-perbedaan tersendiri.

Strategi positioning merupakan strategi yang berusaha mencipatakan diferensiasi yang unik dalam benak pelanggan sasaran, sehingga terbentuk citra (image) merek atau produk yang lebih unggul dibandingkan merek/produk pesaing. Menurut Kotler (1997: 262): “Positioning is the act of designing the company’s offer so that it occupies a distinct and value placed in the target customer mind”.
Maknanya, mencari ‘posisi’ di dalam pasar, langkah ini dilakukan setelah menentukan strategi segmentasi yang dipakai. Dengan kata lain positioning adalah suatu tindakan atau langkah-langkah dari produsen untuk mendesain citra perusahaan dan penawaran nilai dimana konsumen didalam suatu segmen tertentu mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu segmen tertentu, mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu perusahaan, dibandingkan dengan pesaingnya

Ada tujuh pendekatan yang dapat digunakan untuk melakukan positioning, yaitu:
1) Derajat kepentingan (importence) , artinya atribut tersebut sangat bernilai di mata sebagian besar pelanggan.
2) Keunikan (distinctiveness), artinya atribut tersebut tidak ditawarkan perusahaan dibandingkan pesaingnya.
3) Superioritas, artinya atribut tersebut lebih unggul dari pada cara-cara lain untuk mendapatkan manfaat yang sama.
4) Dapat dikomunikasikan ( communicability), artinya atribut tersebut dapat dikomunikasikan secara sederhana dan jelas, sehingga pelanggan dapat memahaminya.
5) Preemptive, artinya atribut tersebut tidak mudah ditiru oleh oleh para pesaing.
6) Terjangkau (affordability), artinya pelanggan sasaran akan mampu dan bersedia membayar perbedaan/keunikan atribut tersebut. Setiap tambahan biayaatas karakteristik khusus diperpanjang sepadan nilai tambahannya.
7) Kemampulabaan (profitability), artinya perusahaan bisa memperoleh tambahan laba dengan menonjolkan perbedaan tersebut.
Agar strategi penempatan produk dapat dilaksanakan dengan sukses, maka pemanfaatan variabel-variabel bauran pemasaran (marketing mix) perlu dioptimalkan khususnya aspek desain dan komunikasikan. Syarat yang perlu dipenuhi dalam melaksanakan penempatan merek tunggal antara lain :
1. memposisikan merek di pasar sedemikian rupa sehingga dapat bertahan dalam persaingan dengan pesaing yang paling kuat.
2. mempertahankan posisi uniknya dengan menciptakan daya tarik produk yang berbeda/khas.
Dalam manajemen multi merek, perusahaan harus menentukan posisinya dengan cermat, supaya merek-merek yang ada tersebut tidak bersaing satu sama lain dan agar tidak terjadi kanibalisasi (merek yang satu ’mematikan’ merek yang lain) jadi segmentasi pasar harus dilakukan dengan hati-hati dan didukung dengan penempatan sesuai dengan segmen pasar yang dituju.
Hasil yang diharapkan dengan melaksanankan strategi penempatan produk antara lain :
1. pemenuhan sejauh mungkin kebutuhan segmen-segmen pasar yang spesifik.
2. memenuhi atau membatasi kemungkinan terjadinyaperubahan yang mendadak dalam penjualan.
3. penciptaan keyakinan pelanggan terhadap merek-merek yang ditawarkan.
Kunci utama keberhasilan positioning terletak pada persepsi yang diciptakan . selain ditentukan oleh persepsi pelanggannya sendiri, posisi atau citra sebuah perusahaan dipengaruhi pula oleh para pesaing dan pelanggan mereka. Jaring- jaring persepsi di antara perusahaan , pesaing, dan pelanggan ditunjukan dalam gambar XXX. Implikasi dari jaring jaring tersebut dalam merumuskan dan memantau posisinya di pasar.

Sumber :
 http://id.wikipedia.org/wiki/Memposisikan Produk
 Sengupta,Subroto,BrandPositioning,Strategis For Competitif Advantage, Tata McGrawHill Co., 1990

Mendesain Bauran Pemasaran

Mendesain Bauran Pemasaran
Vita Widiya / 11208266 / 3EA03


Pemasaran adalah kegiatan pemasar untuk menjalankan bisnis (profit atau non profit) guna memenuhi kebutuhan pasar dengan barang dan atau jasa , menetapkan harga, mendistribusikan serta mempromosikannya melalui proses pertukaran agar memuaskan konsumen dan mencapai tujuan perusahaan. Masalah pemasaran merupakan masalah yang penting, mengingat dewasa ini persaingan barang dan jasa yang dipasarkan semakin ketat. Hal ini menuntut perusahaan untuk menggunakan strategi pemasaran yang tepat agar perusahaan dapat memenangkan persaingan tersebut.
Dalam menjalankan aktivitasnya baik perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa maupun barang mempunyai tujuan yang sama yaitu memperoleh keuntungan. Selain itu perusahaan juga ingin memberikan kepuasan kepada konsumen atas produk yang yang dihasilkannya, karena kepuasan konsumen menjadi tolak ukur dari keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan produk yang berkualitas, dan yang diinginkan oleh konsumen.

Untuk mencapai strategi pemasaran yang tepat dan terbaik , salah satunya perusahaan dapat melihat dari faktor bauran pemasaran. Hal tersebut penting karena bauran pemasaran merupakan salah satu pokok pertimbangan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian suatu produk. Jika perusahaan tidak peka terhadap apa yang dibutuhkan oleh konsumen, maka dapat dipastikan bahwa perusahaan akan kehilangan Dalam konsep pemasaran modern banyak perusahaan yang mengacu pada bauran pemasaran di dalam merancang program pemasarannya. Bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, promosi dan saluran distribusi mempunyai peranan yang sangat penting guna mensukseskan program pemasaran dari suatu perusahaan. Dengan melakukan perencanaan terhadap empat bauran pemasaran diharapkan perusahaan dapat merumuskan program pemasaran yang tepat bagi produk yang akan ditawarkan kepada konsumen.
Menurut Lovelock dan Wright (2002:13-15) mengembangkan bauran pemasaran (marketing mix) menjadi integrated service management dengan menggunakan pendekatan 8Ps, yaitu :
1. Product elements adalah semua komponen dari kinerja layanan yang menciptakan nilai bagi pelanggan.
2. Place, cyberspace, and time adalah keputusan manajemen mengenai kapan, dimana, dan bagaimana menyajikan layanan yang baik kepada pelanggan.
3. Promotion and education adalah semua aktivitas komunikasi dan perancangan insentif untuk membangun persepsi pelanggan yang dikehendaki perusahaan atas layanan spesifik yang perusahaan berikan.
4. Price and other user outlays adalah pengeluaran uang, waktu, dan usaha yang pelanggan korbankan dalam membeli dan mengkonsumi produk dan layanan yang perusahaan tawarkan atau sajikan.
5. Process adalah suatu metode pengoperasian atau serangkaian tindakan yang diperlukan untuk menyajikan produk dan layanan yang baik kepada pelanggan.
6. Productivity and quality, produktivitas adalah sejauhmana efisiensi masukan-masukan layanan ditransformasikan ke dalam hasil-hasil layanan yang dapat menambah nilai bagi pelanggan, sedangkan kualitas adalah derajat suatu layanan yang dapat memuaskan pelanggan karena dapat memenuhi kebutuhan, keinginan, dan harapan.
7. People adalah pelanggan (konsumen) dan karyawan yang terlibat dalam kegiatan memproduksi produk dan layanan (service production).
8. Physical evidence adalah perangkat-perangkat yang diperlukan dalam menyajikan secara nyata kualitas produk dan layanan.

Untuk menentukan strategi bauran pemasaran yang tepat, yang perlu dipahami terlebih dulu adalah perilaku konsumen. Dalam mengenal konsumen, kita perlu mempelajari perilaku konsumen sebagai perwujudan dari seluruh aktivitas jiwa manusia itu sendiri. Konsumen dalam memantapkan keputusan pembelian suatu produk, terlebih dahulu akan mempertimbangkan berbagai informasi yang mereka terima, termasuk diantaranya unsur-unsur bauran pemasaran. Bauran pemasaran produk yang ditanggapi atau direspon dengan baik (positif) oleh konsumen akan memiliki peluang yang besar bagi produk tersebut untuk dibeli. Dapat diasumsikan bahwa penilaian atau tanggapan konsumen terhadap bauran pemasaran akan mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengetahui tanggapan konsumen terhadap bauran pemasaran yang dilakukannya. Perusahaan yang memahami betul bagaimana tanggapan konsumen terhadap unsur-unsur bauran pemasaran produknya akan mempunyai kelebihan-kelebihan dibanding pesaingnya.

Berdasarkan uraian yang dijelaskan sebelumnya, maka secara garis besar permasalahan yang terjadi adalah antara unsur-unsur bauran pemasaran yang terdiri produk, price, promosi, dan place saling berkaitan satu sama lain dalam pencapaian tujuan perusahaan uyaitu memenuhi kebutuhan konsumen.

Oleh karena itu supaya bauran pemasaran berhasil dilakukan maka setiap elemen-elemen yang ada di perusahaan sebaiknya bekerja secara terkoordinasi khususnya bagian produksi dan bagian pemasaran, bagian produksi akan mengetahui keinginan pasar itu seperti apa dari bagian pemasaran dan sebaliknya bagian pemasaran juga perlu memberi masukan-masukan kepada bagian produksi sehingga produk yang dihasilkannya benar-benar sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pasar yang akhirnya perusahaan dapat meningkatkan pendapatannya.
Sumber :
 http://id.wikipedia.org/wiki/Mendesain Bauran Pemasaran
 Rapp, Stan & Collins, Tom, MaxiMarketing, McGraw Hill, 1987

Kamis, 13 Mei 2010

Ketahanan Nasional

Tugas 4 P.Kewarganegaraan
Nama : Vita Widiya
Npm/kls : 11208266/2EA03

Kehidupan bangsa indonesia di era globalisasi ini harus diperhatikan dengan baik, terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). IPTEK menjadi faktor yang sangat mempengaruhi kehidupan, selain itu dapat menjadi faktor penentu keberadaan dan kemajuan masyarakat. Sekarang ini ilmu pengetahuan dan teknologi telah berkembang begitu cepat dan canggih, hal itu memacu adanya perubahan di berbagai aspek kehidupan. Perubahan yang di sebabkan oleh masuknya teknologi modern dirasakan sebagai suatu hal yang sangat cepat dan mendesak. Indonesia sebagai negara berkembang sangat merasakan hal itu, dengan demikian. Indonesia harus melakukan alih teknologi untuk mempertahankan kehidupannya di tengah pergaulan dengan negara lain.
Kecenderungan kearah globalisasi dan pemanfaatan IPTEK akan terlindas oleh kemajuan bangsa-bangsa lain. Oleh sebab itu, kita sebagai bangsa Indonesia harus bersikap terbuka dengan masuknya hasil budaya bangsa asing tersebut. Apabila tidak bersikap terbuka, berarti bangsa Indonesia menutup diri dengan segala kemajuan yang terjadi, dan dikhawatirkan bangsa Indonesia akan ketinggalan dengan negara lain. Tentu saja hal itu tidak kita harapkan. Namun perlu di ingat dengan adanya proses alih teknologi kita harus menyiapkan segala kondisi fisik alamiah maupun sosial. Hal ini dimaksudkan agar kita tidak kehilangan kepribadian bangsa. Kita sebagai bangsa Indonesia patut bersyukur karena mempunyai landasan kepribadian yang cukup kuat, yaitu Pancasila.
Kenyataan itu tentu menimbulkan tantangan bagi semua negara untuk mampu bersaing dalam meningkatkan kualitas produk industrinya, bangsa Indonesia juga tidak terlepas dari tantangan itu. Ditengah-tengah usaha itu untuk memperbaiki perekonomian, bangsa Indonesia juga ditantang untuk berjuang menempatkan bangsa Indonesia sederajat dengan bangsa lain. Oleh karena itu kita sebagai warga negara Indonesia yang baik tentu memiliki rasa bangga terhadap produk dalam negeri. Kita harus sadar dan bangga bahwa produksi dalam negeri tidak kalah dengan produksi luar negeri.
Di era globalisasi ini, persaingan begitu ketat dan tajam pada semua aspek kehidupan. Pada bidang ideologi, kehancuran komunisme di Eropa Timur memungkinkan liberalisme – kapitalisme mendominasi dunia. Dalam bidang politik, pengaruh negara-negara besar sulit di elakan. Bidang ekonomi, perdagangan bebas menyebabkan produksi lokal terpental. Dalam bidang sosial budaya, pola hidup dan budaya hedonistic (maunya enak, senang saja) mewarnai semua lapisan dan lingkungan masyarakat. Sedangkan dibidang pertahanan dan keamanan penguasaan teknologi persenjataan bukan lagi jaminan keamanan melainkan cenderung sebagai ancaman.
Dengan meningkatnya hubungan antar bangsa di dunia, maka pengaruh tata nilai dan budaya luar akan makin tinggi pula masuk ke Indonesia. Akibatnya kalau kita tidak mempunyai ketahanan mental, ideologi, dan kewaspadaan kita dapat menjadi korban globalisasi dan pergaulan antar bangsa. Sadar akan besarnya bahaya yang akan mengancam moralitas bangsa, pemerintah mengambil langkah-langkah guna mempertahankan kepribadian bangsa Indonesia kepribadian yang dimaksud adalah kepribadian yang berakar dan bersejarah dan kebudayaan Indonesia. Yaitu kebudayaan yang menghargai keserasian dan keselarasan sebagai nilai esensial.
Adapun beberapa nilai-nilai yang tidak sesuai atau yang dapat merusak kepribadian bangsa yang seharusnya kita tolak, misalnya :
a) Sekularisme, yaitu paham atau pandangan falsafah yang berpendirian bahwa moralitas tidak perlu didasarkan pada ajaran agama.
Individualisme, yaitu sikap yang mementingkan kepentingan sendiri
b) Hedonisme, yaitu paham yang melihat bahwa kesenangan atau kenikmatan menjadi tujuan hidup dan tindakan manusia
c) Materialisme, yaitu sikap yang selalu mengutamakan dan mengukur segala sesuatu berdasarkan materi. Hubungan batiniah tidak lagi menjadi bahan pertimbangan dalam hubungan antar manusia
d) Ekstremisme, yaitu pikiran atau tindakan seseorang yang melampaui batas kebiasaan / norma-norma yang ada dan berlaku di suatu tempat
e) Chauvinisme, yaitu paham yang mengagung-agungkan bangsa sendiri dan merendahkan bangsa lain
f) Elitisme, yaitu sikap yang cenderung bergaya hidup berbeda dengan rakyat kebanyakan
g) Konsumenisme, yaitu paham atau gaya hidup menganggap barang-barang sebagai ukuran kebahagiaan dan kesenangan
h) Diskriminatif, yaitu sifat seseorang yang suka membeda-bedakan antar yang satu dengan lainnya
i) Glamoristik, yaitu sikap atau gaya hidup suka menonjolkan kemewahan.

Minggu, 09 Mei 2010

Tugas Kuis Manajemen Pemasaran

VITA WIDIYA
11208266/2EA03


1. Bagaimankah pendekatan ilmiah dalam penelitian pemasaran?
Jawab:
Penelitian yang Sistematis, Objektif, Informatif, dan Keputusan manajemen.

2. Apakah yang mendukung sumber-sumber informasi pemasaran?
Jawab:
Yang mendukung sumber-sumber informasi pemasaran:
- Scientifik (ilmiah) : Analisi Pasar, Riset Pasar.
- Descriptif(objek) : Data, Informasi.

3. Bagaimana proses penelitian pemasaran?
Jawab:
Proses penelitian pemasaran:
a) Analisis situasi dan system informasi,
b) Maksud penelitian dan identifikasi masalah,
c) Tujuan penelitian,
d) Estimasi nilai informasi penelitian, dan
e) Rancangan penelitian.

4. Apakah klasifikasi karakteristik jenis data?
Jawab:
Karakteristik jenis data dibagi menjadi dua, yaitu:
1.) Data primer : Ordinal, Nominal, Inteval, dan Ratio.
2.) Data sekunder : Sudah diolah, dan Tingkat harga.

5. Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian konsumen?
Jawab:
Faktor-faktor yang mempengaruhi pembelian konsumen:
a) Faktor personal :
Motivasi, Persepsi, Pemahaman, Kepercayaan, Sikap, dan Kepribadian seseorang.
b) Faktor social :
Aspek kultur, Subkultur, Klas social, Kelompok referensi, Kelompok
referensi, Keluarga

6. Apakah variable psikologis, variable social, kondisi pada saat membeli yang berkontribusi pada pemecahan masalah keputusan pembelian personal?
Jawab:
Ya. Karena dengan adanya variabel psikologis, social, ataupun kondisi, seseorang akan
dapat dengan mudah berkonsentrasi dalam hal ini pemecahan masalah untuk mengambil
keputusan apakah membeli atau tidak.


7. Bagaimana marketer membentuk homogenitas pasar konsumen?
Jawab:
Pembentukan homogenitas pasar konsumen:
•Geografis : (Wialyah, Pemukiman, dan Perkotaan)
•Demografis : (Usia, Jenis kelamin, Pendapatan, Pendidikan, dan Pekerjaan)
•Psikografis : (sifat, motifasi, persepsi dsb)
•Kebiasaan : (membeli atau mengkonsumsi).


8. Bagaimana proses segmentasi bagi calon pembeli dan pendekatan atribut yang memengaruhi keputusan pelanggan untuk membeli?
Jawab :
Proses segmentasi bagi calon pembeli dapat dilihat dari factor :
a. Geografis (wilayah, pemukiman, perkotaan dsb)
Pasar dapat dibedakan menurut waktu atau batas daerah:
b. Demografis (usia, jenis kelamin, pendapatan, pendidikan, pekerjaan dsb)
Pemasaran dapat dibedakan menurut perbidaan misalnya, usia perilaku pasar anak – anak
berbeda dengan dewasa:
c. Psikografis (sifat, motifasi, persepsi dsb)
Pasar dapat dibedakan menurut sikap konsumen terhadap barang tertentu
d. kebiasaan: Membeli dan mengkonsumsi

Pendekatan atribut yang mempengaruhi keputusan membeli diantaranya :
- harga
- promosi
- produk
- motifasi
- sosial – budaya
- peranan dan status
- persepsi
- pemahaman
- kepercayaan
- sikap
- kepribadian
- kelas sosial

Minggu, 18 April 2010

Kasus 3 : Pemasaran

JURNAL REVIEWS
“Memaksimalkan Strategi Pemasaran Lotte Department Store”



Mata Kuliah :
Manajemen Pemasaran
Dosen :
Muhammad Yunanto, SE., MM
Disusun Oleh :
Nama : Vita Widiya
NPM : 11208266
Kelas : 2EA03
Universitas Gunadarma
Fakultas Ekonomi
ATA 2009/2010

Tentang isi artikel

Latar Belakang
Toko utama Lotte dibuka pada th 1979 di Myong- dong, kawasan bisnis pusat kota dan distrik pertokoan di Seoul, Korea, tumbuh sebagai retailer modern Korea. Lotte berdampak unik terhadap budaya belanja dan gaya bisnis Korea. Lotte terus berkembang secara dramatis. Manajemen Lotte berpusat pada pelanggan yang fokusnya menciptakan kepuasan dan kepercayaan setiap pelanggan.

Department Store, sepakat untuk mengadakan kerja sama bisnis dengan situs portal Korea Telecom, Hanmir, pada bulan mei, untuk mengoperasikan sebuah pusat perbelanjaa bersama Lotte.hanmair.com.

Selain itu, Lotte Department store berkompetisi dengan toko diskon. Dengan kondisi ekonomi semacam ini , toko- toko diskon bersekala besar tumbuhlebih cepat ketimbang Department Store.

Kontribusi Penelitian :
a. Untuk mengetahui misi manajemen dan kebijakan Lotte Department Store.
b. Untuk mengetahui strategi- strategi apa saja ynag digunakan Lotte Department Store untuk memperluas jaringan yang terfokus pada sektor toko diskon.
c. Untuk mengetahui dan membuktikan sejauh mana Lotte Department Store dapat mengembangkan bisnisnya.

Tanggapan dan kritik terhadap artikel :
1) Artikel ini berisi tentang perkembangan perluasan jaringan Lotte Department Store yang terfokus pada sektor toko diskon dan sektor pusat perbelenjaan internet.

2) Pembahasan penelitian menghasilkan antara lain :
a. Filosofi manajemen Lotte yang dibangun dari mission ststement “Selalu Bersama Anda – Always With You “, manajemen Lotte berpusat pada pelanggan yang fokusnya menciptakan kepuasan dan kepercayaan setiap pelanggan.
b. Mengenai strategi- strategi bisnis yang mengevaluasi dampak ekonomi dari semua cabang baru yang potensial. Aliansi strategi yang digunakan dengan berbagai kemitraan sedang diwujudkan di antara para paritel. Penggunaan silang sertifikat hadiah diadopsi oleh semakin banyaknya department store untuk mengompensasi penjualan.
c. Berbagai toko diskon asing secara agresif melakukan ekspansi jaringan toko mereka kendati ekonomi sedang stagnan, yang menyebabkan ancaman memetikan bagi rekan domestik mereka.
d. Para paritel berharap kenaikan penjualan 30%, terutma melalui perluasan jaringan sektor toko diskon, serta lebih menekankan pada pusat perbelanjaan internet.

3). Kritik dan munculnya peluang pengembangan penelitian
a. Judul yang diangkat dalam kasus ini kurang tepat, seharusnya diperinci lagi dengan judul “Memaksimalkan Strategi Pemasaran Lotte Department Store”.
b. Tujuan dan pembahasan dalam kasus ini : Strategi pemasarannya harus pula didukung oleh unit- unit bagian Lotte Department Store.Dalam artian tidak tergantung pada lingkupan pusat manajemen pemasaran dari perusahaan Lotte tersebut.
c. Sekiranya perusahaan Lotte Department Store tersebut dapat lebih mempertahankan stabilitas strategi pemasaran yang diterapkan sebelumnya.

Kasus 2 : Pemasaran

JURNAL REVIEWS
“Kegagalan-Kemajuan Sony Corporation”




Mata Kuliah :
Manajemen Pemasaran
Dosen :
Muhammad Yunanto, SE., MM
Disusun Oleh :
Nama : Vita Widiya
NPM : 11208266
Kelas : 2EA03
Universitas Gunadarma
Fakultas Ekonomi
ATA 2009/2010

Tentang isi artikel

Latar Belakang
Sony berdiri pada th 1946 sebagai “ Tokyo Tshushin Kogyo”, kemudian mengubah namanya menjadi Sony Corporation pada th 1958. Sony corporation berusaha menciptakan produk- produk inovatif yang memiliki daya tarik komersial. Untuk mencapai tujuan ini, para insinyur Sony diberi otoritas dalam pengambilan keputusan secara luas.

Pemahaman bahwa melalui riset dan pengembangan produk- produk yang istimewa, perusahaan itu akan mungkin menawarkan bentuk- bentuk gaya hidup dan kenikmatan yang baru.

Untuk pertama kalinya Sony Walkman dapat meraih kesuksesan di pasar jepang yaitu sebuah kombinasi produk pemutar kaset kecil playback dan hanphone ringan, produk itu langsung sukses besar. Adapun satu kegagalan Sony yang disignifikan terjadi pada th 1980-an.
Dalam manajemannya Sony merasa era broadband yang akan datang memiliki peluang bisnis yang sangat banyak. Sony percaya pada penciptaan komunitas- komunitas dimana gerbang- gerbang perangkat keras dan layanan terhubung dengan lancar.

Kontribusi Penelitian :
a. Untuk mengetahui penciptaan produk- produk inovatif yang dihasilkan oleh Sony Corporation.
b. Untuk mengetahui kompetitor bisnis internasional dan perubahan manajemen Sony group.

Tanggapan dan kritik terhadap artikel :
1) Artikel ini membahas tentang pasang surut perkembangan kemajuan dari produk- produk Sony yang dilahirkan oleh perusahaan Sony.

2) Pembahasan penelitian menghasilkan antara lain:
a. Sony merupakan salah satu perusahaan Jepang pertama yang membuka kantor di Amerika Serikat dan salah satu yang pertama me-list-kan sahamnya di New York Stock Exchange.
b. Kesuksesan dan kegagalan produk Sony merupakan contoh produk Sony luar biasa seperti : Walkman dan Video Cassette Recorder Betamax. Kendati secara umum Betamax dianggap secara teknis lebih unggul, namun justru format VHS- lah yang menjadi standar industri dan Sony kehilangan posisi terdepannya dalam pasar VCR.
c. Sony terus menjadi kompetitor yang kuat dalam arena bisnis internasional. Sony memfokuskan pada penyediaan kualitas yang baik dengan harga rendah berserta perangkat lunak yang tidak hanya dikembangkan secara internal oleh Sony namun oleh para pengembang pihak ketiga dengan licensing fee yang murah.
d. Dalam perubahan manajemannya Sony merasa era broadband yang akan datang memiliki peluang bisnis yang sangat banyak. Jaringan ini menjanjikan pemanfaatan jumlah data yang sangat besar yang akan meliha gambar- gambar dan musik untuk dikirimkan melalui infrastruktur komunikasi berkecepatan tinggi.

3). Kritik dan munculnya peluang pengembangan penelitian :
a. Judul yang diangkat dalam artikel ini kurang tepat, sebaiknya judul itu dapat diubah menjadi “Kegagalan-Kemajuan Sony Corporation”
b. Tujuan dan pembahasan dalam kasus ini yaitu agar Sony lebih merata dalam mengeluarkan macam produknya sehingga scara umum kebutuhan konsumen dapat terpenuhi.
c. Dalam perubahan manajemennya, Sony seharusnya mengembangkan jaringan pemasarannya ke pasar- pasar domestik maupun internasional.

Kasus 1 : Pemasaran

JURNAL REVIEWS
Meroketnya Nokia Di Dunia Ponsel



Mata Kuliah :
Manajemen Pemasaran
Dosen :
Muhammad Yunanto, SE., MM
Disusun Oleh :
Nama : Vita Widiya
NPM : 11208266
Kelas : 2EA03
Universitas Gunadarma
Fakultas Ekonomi
ATA 2009/2010

Tentan isi artikel

Latar Belakang
Di Era informasi sekarang ini, alat komunikasi tidak lagi dikategorikan sebagai barang mewah. Hal ini terbukti dari meningkatnya jumlah pelanggan telepon seluler di indonesia. Kehadiran alat pencet- pencet ini disambut positif bagi usahawan karena beberapa hal diantaranya: informasi menjadi sumber penting dalam menciptakan value perusahaan, two and direct communication juga semakin aktif,dapat menjadi sarana efektif dan efisien dalam dunia pemasaran.

Dalam hal pasar seluler nokia tetap memimpin pasar. Sistem distribusinya yang memumpuni belum tersaingi. Jenis ponsel ini banyak diminati konsumen karena didukung dengan keunggulan- keunggulan yang semakin canggih . Peningkatan kualitas produk banyak dijadikan isu pokok dalam bersaing, dan nyatanya dapat meningkatkan performance- nya dalam bisnis seluler.

Target pasar dikejar upaya upaya untuk menempatkan keunikan, keistimewaan , kecanggihan dan keunggulan produk, sehingga bagi konsumen produk itu memiliki arti yang sangat penting bagi mereka.

Media periklanan yang digunakan yaitu, media surat kabar , siaran TV, majalah dll.Ada empat alternatif media advertising yaaang sedang diteliti, yaitu :
1. Memasang iklan pada surat kabar lokal dengan biaya sebesar Rp. 350.000,00 per iklan dan diharapkan dapat menjangkau 800 konsumen potensial.
2. Membeli siaran TV lokal dengan biaya 30 detik sebesar Rp. 1.500.000,00 dan dapat menjangkau 7000 konsumen potensial.
3. Memasang iklan pada majalah dengan biaya Rp. 1.000.000,00 per edisi dan dapat menjangkau 9.500 konsumen potensial.
4. Mendistribusikan contoh produk secara gratis dengan biaya sebesar Rp. 100.000,00/ peti berisi 200 unit HP, dan menjangkau 350 konsumen potensial.

Kontribusi Penelitian :
a. Untuk mengetahui perkembangan ponsel dalam dunia pemasaran.
b. Untuk mengetahui pemasaran produk nokia dibandingkan dengan merek ponsel lainnya.
c. Untuk mengetahiu seberapa jauh kepuasan pelanggan dan loyalitas konsumen terhadap produ nokia.

Tanggapan dan kritik terhadap artikel:
1. Artikel ini fokus pada pendeskripsian tentang meningkatnya jumlah pelanggan telepon seluler pada saat ini. Peningkatan kualitas produk banyak dijadikan isu pokok dalam bersaing serta dapat meningkatkan performance dalam bisnis.

2. Pembahasan penelitian menghasilkan antara lain:
a. Alat komunikasi sekarang ini tidak lagi dikategorikan sebagai barang mewah . Terbukti dari meningkatnya jumlah pelanggan telepon seluler di Indonesia. Dalam hal ini kehadiran ponsel dapat menjadi sarana efektif dan efisien dalam dunia pemasaran. Kemajuan teknologi yang semakin canggih juga banyak menghasilkan merek- merek ponsel bermunculan di dunia seluler disertai dengan keunggulan- keunggulan yang semakin canggih seperti salah satunya NOKIA.
b. Target pasar dari produk nokia ini adalah denan pembedaan (differensiasi), dapat dilihat dari sisi produk itu sendiri. Nokia selalu memberikan kemudaha pada konsumen bila terdapat masalah- masalah seperti dalam pelayanan dalam purna jual/ after sale, konsumen dapat datang ke GRAHA NOKIA. Perassingan pasar yang kian ketat, masing- masing pihak sudah mempersiapkan senjata pamungkas, desain, kualitas produk yang dirancang sedemikian rupa dengan harapan agar konsumen bisa lebih loyal.
c. Dalam hal ini, iklan sangatlah efektif dalam mempengaruhi minat para konsumen sehingga para konsumen mempunyai keinginan untuk membeli produk yang ditawarkan. Media periklanan merupakan salah satu alternatif untuk mempromosikan produk yang akan dipasarkan seperti contoh: media surat kabar, majalah, dan siaran TV.

3. Kritik dan munculnya peluang pengembangan penelitian
a. Judul yang diangkat dalam kasus Raja Pencet- Pencet Tak Mau Geser ini kurang begitu tepat, karena kurang banyak dimengerti oleh orang. Mungkin banyak orang yang bertanya- tanya maksud dari judul itu sebenarnya apa.
b. Tujuan dan pembahasan dalam kasus ini kurang legkap, dimana diketahui konsumen sangat meminati produk nokia sehingga penjualan nokia tak terkalahkan . Tetapi disini data- data yang menunjukan bahwa konsumen meminati nokia tidak ada, sehingga kita tidak dapat menyimpulkan produk nokia sangat diminati konsumen.
c. Didalam artikel ini membahas mengenai periklanan . Dari ke empat periklanan tersebut tidak disebutkan mana media yang paling efisien. Disini hanya dijelaskan alternatif media yang sedan diteliti.